Cara Membersihkan Mulut Ketika Tidak Sengaja Makan Daging Babi Maupun Hewan yang Diharamkan Lainnya!

Cara Membersihkan Mulut Ketika Tidak Sengaja Makan Daging Babi Maupun Hewan yang Diharamkan Lainnya!

Dakisemut.co.id – Ketika kamu tidak sengaja makan daging babi maupun hewan yang diharamkan yang lain. wajib disucikan maupun dibersihkan mulut yang ketika tidak sengaja makan daging babi dan terlanjur maupun hewan yang diharamkan lainnya dalam alqur’an.

Dikutip dari redaktur Nu Online mengenai gimana cara bersuci buat orang yang ketika tidak sengaja makan daging babi maupun hewan yang diharamkan lainnya?

Jawaban

Telah dimaklumi kalau semua bagian babi maupun hewan yang diharamkan lainnya hukumnya haram serta najis untuk dikonsumsi. Tetapi terkadang orang memakannya dengan sengaja lantaran iseng, mencari perhatian, dan lain sebagainya.

كُلُّ ذِيْ نَابٍ مِنَ السِّبَاعِ فَأَكْلُهُ حَرَامٌ

Artinya, “Semua hewan yang memiliki taring maka hukum mengkonsumsinya ialah haram.” (HR Muslim).

Adapun kenajisan anjing berdasar pada hadits:

طَهُورُ إِنَاءِ أَحَدِكُمْ إِذْ وَلَغَ فِيهِ الْكَلْبُ أَنْ يَغْسِلَهُ سَبْعَ مَرَّاتٍ، أُولَاهُنَّ بِالتُّرَابِ

Artinya, “Kesucian wadah salah seorang dari kalian saat dijilat oleh anjing yakni dengan membasuhnya 7x, yang basuhan pertamanya dicampur debu.” (HR Muslim).

Sementara keharaman serta kenajisan konsumsi babi, selain dinilai lebih buruk ketimbang hewan seperti anjing dimana babi tak boleh dipelihara, juga lantaran firman Allah:

أَوْ لَحْمَ خِنْزِيرٍ فَإِنَّهُ رِجْسٌ

Artinya, “Atau daging babi, sebab sungguh babi itu haram najis (serta haram dimakan).” (QS al-An’am: 145). (Ahmad As-Shawi, Hasyiyatus Shawi ‘ala Tafsiril Jalalain, [Beirut, Darul Fikr: 2004), juz II, halaman 65); serta Abu Bakar bin Muhammad al-Hishni, Kifayatul Akhyar, [Damaskus, Darul Khair: 1994], halaman 70).

Baca Juga: 7 Cara Keluarkan Dahak Kental Pada Tenggorokan Secara Cepat dan Gampang

Lantas gimana cara mensucikan diri dari najis babi maupun hewan yang diharamkan lain jika orang terlanjur atau ketika tidak sengaja makan daging babi? apa mesti meminum air tanah serta ditambah 6 kali basuhan? atau gimana seperti yang ditanyakan di situs Nu Online.

Jika seseorang terlanjur atau ketika tidak sengaja makan daging babi maupun hewan yang diharamkan lain, maka cara mensucikannya yakni dengan membasuh mulut 7 kali yang satu diantaranya dicampur dengan debu.

Ibnu Hajar al-Haitami sebagai ulama fiqih Syafi’iyah pernah diberi pertanyaan mengenai soal ini lalu beliau menjawab:

من أَكَلَ لَحْمَ كَلْبٍ مَثَلًا طَهُرَ فَمُهُ بِالتَّسْبِيعِ وَيَكْفِيه في الْفَرْجَيْنِ الِاسْتِنْجَاءُ من فَضْلَتِهِ وَلَوْ بِالْحَجَرِ وَنَحْوِهِ، لِزَوَالِ حُكْمِ الْمُغَلَّظِ بِاسْتِحَالَتِهِ. قال الرُّويَانِيُّ بَعْد نَقْلِهِ ذلك عن الشَّافِعِيِّ: وَعَلَى ذلك الْعَمَلُ في جَمِيعِ الْبِلَادِ وَتَشْكِيكُ النَّفْسِ فيه من الْوَسْوَاسِ اه

Artinya, “Orang yang makan daging anjing umpamanya, maka mulutnya bisa suci dengan dibasuh 7x yang satu diantaranya dicampur dengan debu, sementara itu untuk najis di anus serta duburnya maka cukup disucikan dengan cara cebok (istinja’) dengan membersihkan najisnya seperti biasa, walaupun ceboknya menggunakan media batu serta semisalnya, lantaran hukum najis mughalazhahnya telah hilang karena telah berubah bentuk. Imam ar-Ruyani sesudah mengutip penjelasan ini dari Imam as-Syafi’i lalu berkata: “Demikianlah cara menyucikan najis anjing serta semisalnya yang dilakukan di seluruh negeri Islam. Meragukan cara seperti berikut termasuk was-was. Demikian kata ar-Ruyani.” (Ibnu Hajar al-Haitami, Fatawal Fiqhiyah al-Kubra, juz I, halaman 28-29).

Nah dari pemaparan ibnu hajar jadi jelas, cara mensucikan mulut dari najis babi maupun hewan yang diharamkan lain yakni dengan membersihkan mulutnya pada bagian luar ataupun dalam, dengan air yang suci lagi mensucikan sebanyak 7 kali, yang satu diantaranya dicampur dengan debu.

Mudah-mudahan jawaban tentang cara membersihkan mulut ketika tidak sengaja makan daging babi maupun hewan yang diharamkan lainnya tersebut bisa kamu pahami dengan baik, serta pastinya kita sebagai umat muslim telah seharusnya memilih makanan yang halal, tidak hanya enak maupun mencari perhatian kuliner aja. Wallahu alam.

Ustadz Ahmad Muntaha AM, Founder Aswaja Muda.***

CEO

Ahzelan adalah seorang pelajar yang selalu ingin mengajarkan kebaikan kepada semua orang

Lu mungkin suka juga: