KesehatanPendidikan

Dialog dengan Presiden, Siswa Nias Keluhkan Program MBG Belum Tersalurkan ke Sekolahnya

9
×

Dialog dengan Presiden, Siswa Nias Keluhkan Program MBG Belum Tersalurkan ke Sekolahnya

Sebarkan artikel ini

Siswa SMA dari Nias, Yamisa Zebua, menyampaikan langsung kepada Presiden Prabowo bahwa program Makan Bergizi Gratis belum diterima di sekolahnya, sekaligus meminta perhatian untuk perbaikan fasilitas pendidikan dan infrastruktur daerah.

MBG
MBG

dakisemut.co.id, Jakarta – Seorang pelajar SMA dari Kabupaten Nias, Sumatera Utara, Yamisa Zebua, menyampaikan langsung keluhannya kepada Prabowo Subianto terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang hingga kini belum diterima di sekolahnya.

Percakapan tersebut berlangsung dalam sesi dialog melalui telekonferensi Zoom yang diikuti Presiden dari Jakarta pada Senin. Dalam kesempatan itu, Yamisa memanfaatkan waktu untuk berinteraksi langsung dengan kepala negara.

Selain menyampaikan apresiasi atas pembangunan jembatan di daerahnya, Yamisa juga menyampaikan sejumlah harapan kepada pemerintah, mulai dari renovasi sekolah, perbaikan jalan, hingga penyaluran program MBG agar bisa dirasakan oleh siswa di sekolahnya.

“Izin Pak Presiden, kami juga ingin menyampaikan keluhan tentang program MBG. Sampai sekarang program itu belum diterima di sekolah kami,” ujar Yamisa.

Presiden kemudian menanyakan kembali apakah program tersebut memang belum sampai ke sekolahnya. Yamisa pun menjelaskan bahwa banyak siswa yang berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas.

Menanggapi hal tersebut, Presiden Prabowo mengatakan bahwa program MBG memang sempat mendapat kritik dari sejumlah kalangan, termasuk dari pihak-pihak yang menilai program tersebut tidak terlalu diperlukan.

Namun Yamisa menegaskan bahwa bantuan tersebut sangat dibutuhkan oleh para siswa di daerahnya. Presiden pun menyatakan akan berupaya agar program tersebut bisa menjangkau wilayah mereka.

“Kalau memang dibutuhkan, nanti kita perjuangkan agar program MBG juga sampai ke sana,” ujar Presiden.

Keluhan Jalan Rusak dan Kondisi Sekolah

Dalam dialog tersebut, Yamisa juga menyampaikan kondisi infrastruktur di daerahnya yang masih membutuhkan perhatian, terutama jalan yang rusak serta bangunan sekolah yang perlu diperbaiki.

Ia berharap pemerintah dapat memberikan perhatian khusus bagi fasilitas pendidikan dan akses transportasi di wilayahnya.

“Kami berharap ada perhatian untuk sekolah kami dan juga jalan di daerah kami,” kata Yamisa.

Presiden kemudian memberikan pesan kepada Yamisa agar tetap fokus belajar dan terus berusaha meraih cita-citanya.

Apresiasi atas Pembangunan Jembatan

Pada kesempatan yang sama, Yamisa juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden atas pembangunan jembatan di daerahnya yang dilakukan oleh pemerintah melalui Satuan Tugas (Satgas) Jembatan.

Menurutnya, keberadaan jembatan tersebut sangat membantu para siswa yang sebelumnya harus menyeberangi sungai saat berangkat ke sekolah.

Kini, mereka tidak lagi harus melepas sepatu dan menyeberang dalam kondisi basah seperti sebelumnya.

“Terima kasih Pak Presiden, sekarang kami bisa pergi ke sekolah tanpa harus menyeberangi sungai seperti dulu,” ujarnya.

Harapan Melanjutkan Pendidikan Kedokteran

Dalam percakapan tersebut, Presiden juga menanyakan rencana Yamisa setelah menyelesaikan pendidikan di SMA. Yamisa mengaku ingin melanjutkan kuliah di jurusan kedokteran, meskipun kondisi ekonomi keluarganya menjadi kendala untuk mewujudkan cita-cita tersebut.

Menanggapi hal itu, Presiden memberikan kesempatan kepada Yamisa untuk mengikuti tes masuk pendidikan kedokteran.

Yamisa pun memanfaatkan kesempatan itu dengan meminta agar tiga temannya juga mendapatkan peluang yang sama.

Presiden kemudian menyampaikan bahwa kesempatan tersebut terbuka bagi mereka selama tetap berusaha dan belajar dengan sungguh-sungguh.

Ia juga berpesan agar para siswa fokus pada pendidikan dan meraih nilai terbaik sebelum memikirkan hal lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *