Beijing- Pemerintah Tiongkok menilai pernyataan Amerika Serikat (AS) terkait dugaan tekanan militer terhadap Taiwan sebagai bentuk penyimpangan fakta yang disertai kepentingan tertentu.
Hal ini disampaikan oleh juru bicara Kantor Urusan Taiwan Tiongkok, Chen Binhua, pada Rabu, 15 April 2026.
Chen menegaskan bahwa persoalan Taiwan merupakan urusan domestik Tiongkok yang tidak seharusnya melibatkan campur tangan pihak asing. Ia juga mengingatkan AS untuk lebih berhati-hati dalam menyikapi isu tersebut.
Menurutnya, tuduhan yang dilontarkan Washington tidak memiliki dasar yang kuat dan terus diulang tanpa bukti yang jelas.
Mengutip laporan Channel News Asia, aktivitas militer Tiongkok di sekitar Taiwan memang meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Kegiatan tersebut mencakup latihan militer hingga uji coba senjata, seiring meningkatnya ketegangan di kawasan.
Pernyataan dari pihak Tiongkok muncul setelah Kementerian Luar Negeri AS meminta Beijing untuk membuka dialog dengan Taiwan dan menghentikan tekanan militer. Seruan ini disampaikan setelah pertemuan antara tokoh oposisi Taiwan, Cheng Li-wun, dengan Presiden Tiongkok, Xi Jinping, di Beijing.
Di sisi lain, Tiongkok menolak menjalin komunikasi dengan Presiden Taiwan, Lai Ching-te, yang dianggap mendorong agenda separatis. Lai sendiri menegaskan bahwa masa depan Taiwan harus ditentukan oleh rakyatnya.
Upaya Mendorong Perdamaian
Cheng Li-wun menyatakan bahwa kunjungannya bertujuan untuk mendorong terciptanya perdamaian di tengah meningkatnya ketegangan. Ia juga berharap hubungan antara Tiongkok dan Amerika Serikat dapat membaik melalui dialog serta kerja sama.
Ia menyampaikan bahwa jalur damai masih menjadi opsi yang bisa ditempuh untuk meredakan konflik, sekaligus sebagai pesan yang ingin disampaikan kepada Washington.
Sementara itu, Tiongkok kembali menegaskan komitmennya terhadap reunifikasi damai dengan Taiwan. Namun demikian, Beijing tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan jika diperlukan.
Pemerintah Tiongkok juga berpendapat bahwa proses reunifikasi akan memberikan dampak positif, termasuk manfaat ekonomi bagi masyarakat Taiwan.











