Internasional

Trump Kirim Surat ke Xi Jinping, Minta Tiongkok Tidak Pasok Senjata ke Iran

33
×

Trump Kirim Surat ke Xi Jinping, Minta Tiongkok Tidak Pasok Senjata ke Iran

Sebarkan artikel ini

Diplomasi surat antara Trump dan Xi Jinping memanas di tengah ketegangan Iran, konflik energi global, dan ketidakpastian di Selat Hormuz.

Washington — Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengungkapkan bahwa dirinya telah mengirim surat kepada Presiden Tiongkok, Xi Jinping, berisi permintaan agar Beijing tidak menyalurkan senjata ke Iran. Menurut Trump, Xi merespons dengan menegaskan bahwa Tiongkok tidak terlibat dalam pengiriman persenjataan ke Teheran.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam wawancara dengan Fox Business Network yang ditayangkan pada Rabu, 15 April 2026. Wawancara itu sendiri direkam sehari sebelumnya, yakni Selasa, 14 April 2026.

Meski begitu, Trump tidak mengungkapkan secara rinci kapan surat tersebut dikirim maupun diterima. Sebelumnya, ia sempat mengancam akan mengenakan tarif hingga 50 persen terhadap negara mana pun yang diketahui memasok senjata ke Iran.

Dalam wawancara di program Mornings with Maria, Trump menjelaskan bahwa ia secara langsung meminta Xi untuk tidak melakukan hal tersebut. Ia juga menyebut balasan dari Xi pada intinya menegaskan bahwa permintaan itu akan dipatuhi.

Selain isu senjata, Trump turut menyinggung rencana pertemuannya dengan Xi di Beijing pada 14–15 Mei mendatang. Ia menilai dinamika pasar minyak global tidak akan berdampak pada agenda tersebut. Trump bahkan menyebut Xi sebagai sosok yang dikenalnya dengan baik.

Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump juga mengklaim telah “membuka secara permanen” Selat Hormuz, yang menurutnya disambut positif oleh Tiongkok dan dunia internasional. Ia bahkan menyatakan optimisme akan mendapat sambutan hangat dari Xi saat kunjungan nanti.

Namun, pernyataan tersebut menimbulkan tanda tanya karena kondisi di Selat Hormuz masih belum sepenuhnya normal. Jalur vital tersebut sebelumnya sempat ditutup oleh Garda Revolusi Iran selama 45 hari, yang berdampak besar terhadap sekitar 20 persen distribusi minyak dan gas alam cair global.

Meski kini telah diberlakukan gencatan senjata selama dua minggu, aktivitas pelayaran di kawasan itu masih jauh dari normal. Lalu lintas kapal dilaporkan belum kembali ke tingkat sebelum konflik, yang biasanya mencapai lebih dari 130 perjalanan per hari.

Di sisi lain, Trump juga menyampaikan bahwa pembicaraan dengan Teheran terkait upaya mengakhiri konflik berpotensi dilanjutkan kembali pekan ini, setelah sebelumnya berakhir tanpa kesepakatan.

Sementara itu, Amerika Serikat telah memberlakukan blokade terhadap kapal-kapal yang keluar dari pelabuhan Iran. Menurut pihak militer AS, langkah tersebut secara efektif menghentikan aktivitas perdagangan laut negara tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *