Washington — Amerika Serikat meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Rusia dan Iran dengan menghentikan kebijakan pelonggaran sanksi perdagangan minyak bagi kedua negara tersebut.
Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menyampaikan bahwa lisensi umum yang sebelumnya memperbolehkan pengiriman minyak dalam skema tertentu kini tidak lagi berlaku. Kebijakan ini mencakup seluruh pengiriman minyak yang sudah berada di laut sebelum 11 Maret 2026.
Bessent juga menyinggung potensi dampak dari gangguan jalur pelayaran di Selat Hormuz, yang diperkirakan akan mengguncang pasar energi dunia. Negara seperti Tiongkok dinilai akan terdampak signifikan, mengingat sekitar delapan persen kebutuhan energinya bergantung pada pasokan dari kawasan tersebut.
Menurutnya, kemungkinan terjadinya blokade di selat itu dapat menyebabkan penghentian sementara aktivitas pembelian energi oleh Tiongkok.
Selain itu, Bessent mengungkapkan bahwa dua bank asal Tiongkok telah menerima peringatan resmi dari Departemen Keuangan AS. Ia menegaskan, apabila ditemukan bukti adanya transaksi dana Iran melalui lembaga keuangan tersebut, maka pemerintah AS siap menjatuhkan sanksi tambahan.
Kebijakan ini diperkirakan akan meningkatkan ketidakstabilan harga energi global, seiring semakin ketatnya pembatasan baik dari sisi distribusi fisik maupun akses keuangan terhadap ekspor minyak Iran.











