Internasional

PBB Serukan Penghentian Serangan terhadap Pasukan Perdamaian di Lebanon

42
×

PBB Serukan Penghentian Serangan terhadap Pasukan Perdamaian di Lebanon

Sebarkan artikel ini

PBB Tegaskan Perlindungan Pasukan Perdamaian Usai Serangan Mematikan di Lebanon Selatan

New York — Perserikatan Bangsa-Bangsa kembali menyerukan perlindungan yang lebih kuat bagi personel penjaga perdamaian di seluruh dunia, menyusul meningkatnya insiden kekerasan di Lebanon selatan.

Seruan tersebut disampaikan pada Rabu, 22 April 2026, setelah seorang anggota pasukan perdamaian kembali dilaporkan tewas akibat serangan di wilayah tersebut.

Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, menyampaikan rasa duka mendalam atas kematian seorang prajurit asal Prancis yang tergabung dalam misi UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon). Prajurit tersebut sebelumnya sempat mengalami luka serius dalam serangan pada 18 April, yang juga menewaskan satu personel lainnya serta melukai tiga anggota pasukan.

Juru bicara PBB, Stéphane Dujarric, menjelaskan bahwa peristiwa ini merupakan bagian dari rangkaian serangan yang terjadi dalam beberapa minggu terakhir dan telah menyebabkan korban jiwa serta luka-luka di kalangan pasukan penjaga perdamaian.

Dalam pernyataannya, Guterres menegaskan bahwa tindakan menyerang personel penjaga perdamaian merupakan pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional dan harus segera dihentikan.

PBB juga menekankan pentingnya penyelidikan menyeluruh terhadap setiap insiden tersebut serta memastikan para pelaku bertanggung jawab. Serangan terhadap pasukan perdamaian disebut dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.

Sebelumnya, pemerintah Prancis mengonfirmasi bahwa korban meninggal adalah Anicet Girardin, yang sempat mendapat perawatan medis setelah dievakuasi. Insiden yang sama juga menewaskan Adjutant Florian Montorio dan menyebabkan dua personel lainnya mengalami luka-luka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *