Internasional

Iran Tegas Tolak Pembukaan Selat Hormuz Meski Ditekan AS

7
×

Iran Tegas Tolak Pembukaan Selat Hormuz Meski Ditekan AS

Sebarkan artikel ini

Iran bersikukuh menutup Selat Hormuz di tengah ancaman keras dari Donald Trump, memperburuk ketegangan militer dan risiko krisis energi global.

Teheran – Pemerintah Iran tetap bersikeras tidak membuka kembali Selat Hormuz, meskipun batas waktu ultimatum dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, semakin dekat pada Selasa, 7 April 2026.

Ancaman dari Washington yang menyebut akan menghancurkan fasilitas sipil Iran—termasuk jembatan dan pembangkit listrik—tidak memengaruhi sikap Teheran terkait jalur pelayaran strategis tersebut.

Pihak militer Iran menilai pernyataan Trump sebagai ancaman yang tidak berdasar dan mencerminkan sikap arogan. Mereka juga menegaskan bahwa operasi militer terhadap Amerika Serikat dan Israel akan terus dilakukan.

Sebelumnya, Trump memperingatkan bahwa AS memiliki rencana untuk melumpuhkan infrastruktur penting Iran jika Selat Hormuz tetap ditutup. Dalam pernyataannya kepada media Hürriyet Daily News, ia bahkan menyebut setiap jembatan di Iran bisa menjadi target serangan.

Di lapangan, ketegangan terus meningkat. Israel dilaporkan melancarkan serangan udara ke wilayah Teheran dan sekitarnya. Iran pun membalas dengan menembakkan rudal ke arah wilayah Israel, yang kemudian dihadang oleh sistem pertahanan udara.

Sejumlah negara di kawasan Teluk turut meningkatkan kesiagaan. Bahrain dan Uni Emirat Arab memperketat pengawasan keamanan, sementara Arab Saudi mengklaim berhasil mencegat beberapa rudal balistik yang mengarah ke wilayahnya.

Upaya Gencatan Senjata Masih Buntu

Inisiatif gencatan senjata selama 45 hari yang dimediasi beberapa negara belum mencapai kesepakatan. Baik Iran maupun Amerika Serikat menyatakan proposal tersebut belum dapat diterima.

Iran menegaskan bahwa penghentian konflik hanya bisa dilakukan secara menyeluruh, disertai jaminan tidak adanya serangan lanjutan. Selain itu, wacana pembukaan Selat Hormuz dengan penerapan biaya lintasan juga menjadi bagian dari pembahasan.

Sementara itu, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa dijadwalkan menggelar pemungutan suara terkait resolusi Selat Hormuz. Namun, rancangan resolusi tersebut disebut telah melemah setelah mendapat penolakan dari sejumlah anggota tetap.

Diketahui, Iran telah menutup jalur pelayaran tersebut sejak eskalasi konflik meningkat pada 28 Februari, yang berdampak signifikan terhadap distribusi energi global. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) juga menegaskan akan terus melanjutkan serangan balasan terhadap pihak yang dianggap sebagai musuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *