Internasional

IRGC Klaim Serang Lebih dari 100 Target di Israel sebagai Respons atas Tewasnya Ali Larijani

3
×

IRGC Klaim Serang Lebih dari 100 Target di Israel sebagai Respons atas Tewasnya Ali Larijani

Sebarkan artikel ini

Serangan balasan besar-besaran Iran ke Israel memicu eskalasi konflik kawasan dan meningkatkan ketegangan dengan Amerika Serikat.

Teheran – Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menyatakan telah melancarkan serangan besar-besaran ke wilayah Israel, dengan lebih dari 100 titik menjadi sasaran di kawasan Tel Aviv. Aksi ini disebut sebagai bentuk balasan atas kematian Dr. Ali Larijani di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Rabu, 18 Maret 2026, IRGC menyebut serangan tersebut merupakan bagian dari gelombang ke-61 dalam operasi militer bertajuk True Promise 4 yang masih terus berlangsung.

IRGC mengungkapkan bahwa serangan dilakukan menggunakan berbagai jenis rudal canggih, termasuk Khorramshahr-4 dan Qadr yang memiliki hulu ledak ganda, serta proyektil Emad dan Kheibar Shekan.

Dalam keterangannya, IRGC menegaskan bahwa serangan berlangsung cepat dan intens, dengan puluhan rudal berhasil menghantam sasaran militer dan fasilitas keamanan di pusat wilayah yang mereka sebut sebagai wilayah pendudukan. Mereka juga mengklaim bahwa serangan tersebut tidak mendapatkan hambatan berarti selama pelaksanaannya.

Lebih lanjut, IRGC menyebut keberhasilan operasi ini dipengaruhi oleh melemahnya sistem pertahanan udara berlapis milik Israel, yang selama ini dikenal canggih.

Mengutip laporan dari lapangan, serangan tersebut dikatakan menyebabkan gangguan listrik di sebagian wilayah Tel Aviv. Selain itu, kondisi di lapangan dilaporkan menyulitkan aparat Israel dalam mengatur situasi serta mengevakuasi korban.

IRGC juga mengklaim bahwa serangan tersebut mengakibatkan lebih dari 230 warga Israel mengalami luka-luka maupun meninggal dunia, meskipun klaim ini belum mendapat konfirmasi independen.

Aksi militer ini disebut sebagai respons atas apa yang dinilai Iran sebagai serangan terbaru dari Amerika Serikat dan Israel terhadap wilayahnya.

Selain Tel Aviv, beberapa lokasi lain yang disebut menjadi target antara lain Al-Quds, pelabuhan Haifa, Be’er Sheva, hingga kawasan Gurun Negev.

Tidak hanya itu, IRGC juga mengklaim bahwa sejumlah pangkalan militer milik Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah, termasuk di Qatar, Bahrain, Uni Emirat Arab, Kuwait, serta Arab Saudi, turut menjadi sasaran dalam rangkaian serangan balasan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *