Gaya Hidup

Jelang Lebaran, Pengunjung Mulai Padati Pasar Sandang Jatibarang

6
×

Jelang Lebaran, Pengunjung Mulai Padati Pasar Sandang Jatibarang

Sebarkan artikel ini

Memasuki pertengahan Ramadan, Pasar Sandang Jatibarang di Indramayu dipadati pembeli yang berburu pakaian muslim, gamis, dan baju koko untuk persiapan menyambut Idulfitri.

Lebaran
Lebaran

dakisemut.co.id, Jakarta – Memasuki pertengahan bulan Ramadan, aktivitas belanja masyarakat di sejumlah pusat perdagangan di Indramayu mulai mengalami peningkatan. Salah satu lokasi yang terlihat paling ramai adalah Pasar Sandang Jatibarang yang berada di Jalan Mayor Dasuki, Kecamatan Jatibarang.

Pasar yang juga dikenal dengan sebutan “Pasar Minggonan” ini hanya buka dua kali dalam sepekan, yakni setiap Rabu dan Minggu. Karena jadwal operasionalnya yang terbatas, pasar tersebut sudah dipadati pembeli meski Ramadan baru memasuki hari ke-15.

Sejak pagi hari, para pedagang pakaian terlihat sibuk melayani pembeli yang datang untuk mencari berbagai kebutuhan busana Lebaran. Mulai dari baju koko, gamis, hingga beragam busana muslim lainnya menjadi incaran pengunjung yang mempersiapkan diri menyambut Idulfitri.

Banyaknya pilihan model serta harga yang relatif terjangkau membuat pasar ini menjadi tujuan favorit warga. Bahkan, sejumlah masyarakat dari berbagai kecamatan di Indramayu rela datang dari jarak yang cukup jauh demi mendapatkan pakaian Lebaran dengan harga yang lebih bersahabat.

Salah satunya Juni’ah (40), warga Desa Juntinyuat, Kecamatan Juntinyuat. Ia datang bersama adiknya menggunakan sepeda motor untuk berbelanja lebih awal.

Menurutnya, ia sengaja memilih berbelanja di pertengahan Ramadan agar tidak harus menghadapi kepadatan yang biasanya terjadi menjelang hari raya.

Saat siang hari, suasana pasar terlihat semakin ramai. Arus pengunjung yang hilir mudik membuat lorong-lorong di antara deretan lapak pedagang menjadi sangat padat.

Berbagai jenis pakaian dijajakan di pasar tersebut. Selain busana muslim, tersedia juga pakaian untuk anak-anak, pakaian pria dan wanita, hingga pakaian kasual yang kualitasnya dinilai tidak kalah dengan produk di pusat perbelanjaan modern.

Di lokasi yang sama, Slamet Riyadi (37), warga Desa Muntur, Kecamatan Losarang, juga terlihat berbelanja bersama istri dan anak perempuannya yang masih berusia lima tahun.

Slamet mengaku sudah terbiasa berbelanja di Pasar Sandang Jatibarang sejak kecil. Kini, setelah berkeluarga, kebiasaan tersebut tetap ia pertahankan setiap menjelang Lebaran.

Menurutnya, harga pakaian di pasar tradisional jauh lebih terjangkau dibandingkan dengan pusat perbelanjaan modern, terutama karena ia harus membeli beberapa pakaian sekaligus untuk seluruh anggota keluarga.

Ia menilai, dengan anggaran yang sama, jumlah pakaian yang bisa dibeli di pasar tradisional jauh lebih banyak dibandingkan jika berbelanja di mal.

Selain harga yang lebih murah, Slamet juga menilai model pakaian yang dijual di Pasar Sandang Jatibarang cukup mengikuti tren yang sedang populer. Hal ini membuatnya yakin bahwa produk yang dijual di pasar tersebut mampu bersaing dengan barang yang dijual di pusat perbelanjaan modern.

Ramainya aktivitas jual beli di Pasar Sandang Jatibarang pada pertengahan Ramadan menjadi gambaran tingginya antusiasme masyarakat dalam menyambut Idulfitri. Di tengah suasana bulan suci, tradisi membeli pakaian baru menjelang hari raya masih menjadi kebiasaan yang terus dijaga oleh warga Indramayu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *