Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyampaikan bahwa pemerintah telah mendapatkan sumber baru pasokan minyak mentah di luar kawasan Timur Tengah guna menjaga ketersediaan energi nasional.
Dalam keterangannya yang disiarkan melalui program Headline News di Metro TV pada Minggu, 29 Maret 2026, Bahlil menegaskan bahwa ketergantungan impor minyak mentah dari Timur Tengah saat ini berada di kisaran 20 persen. Pemerintah pun kini mulai mengalihkan sebagian pasokan dari wilayah lain sebagai langkah antisipatif.
Upaya diversifikasi ini dilakukan seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang berpotensi mengganggu distribusi minyak global. Kondisi tersebut mendorong pemerintah untuk mencari alternatif sumber guna memastikan kebutuhan energi dalam negeri tetap terpenuhi.
Meski belum mengungkapkan secara detail negara atau kawasan asal pasokan baru tersebut, Bahlil memastikan pemerintah terus bekerja untuk menjamin stabilitas pasokan minyak nasional. Ia juga menegaskan bahwa harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi akan tetap dijaga agar tidak mengalami kenaikan di tengah fluktuasi harga minyak dunia.
“Tidak perlu dipersoalkan sumbernya dari mana. Yang terpenting, kami pastikan ketersediaannya aman,” ujar Bahlil.











