Internasional

Serangan ke Iran Picu Lonjakan Penolakan, Popularitas Trump Tertekan

45
×

Serangan ke Iran Picu Lonjakan Penolakan, Popularitas Trump Tertekan

Sebarkan artikel ini

Lonjakan ketidakpuasan publik terhadap Donald Trump terjadi seiring meningkatnya tensi konflik antara Amerika Serikat dan Iran serta kontroversi kebijakan luar negeri.

Washington: Tingkat ketidakpuasan publik terhadap Donald Trump mencatat rekor tertinggi sepanjang dua periode kepemimpinannya sebagai Presiden Amerika Serikat.

Berdasarkan survei terbaru yang dirilis Fox News pada Rabu, sebanyak 59 persen pemilih terdaftar menyatakan tidak setuju dengan kinerja Trump. Dari jumlah tersebut, 47 persen bahkan menyatakan penolakan yang sangat kuat. Hasil ini kemudian dikutip oleh The Hill pada Jumat, 27 Maret 2026.

Di sisi lain, 41 persen responden memberikan penilaian positif terhadap kinerja Trump, dengan sekitar 22 persen di antaranya menyatakan sangat mendukung.

Jika dibandingkan dengan periode sebelumnya, angka penolakan ini melampaui rekor saat masa jabatan kedua pada November yang mencapai 58 persen. Sementara pada periode pertama, tingkat ketidaksetujuan tertinggi berada di angka 57 persen pada Oktober 2017.

Mayoritas responden juga menunjukkan ketidakpuasan terhadap kebijakan luar negeri Trump. Sebanyak 62 persen menyatakan tidak setuju secara umum, dan 64 persen secara khusus mengkritik penanganannya terhadap konflik dengan Iran.

Angka ini lebih tinggi dibandingkan masa jabatan pertamanya, di mana ketidaksetujuan terhadap kebijakan luar negeri tertinggi tercatat sebesar 56 persen pada Oktober 2019 dan Januari 2020. Sementara itu, kebijakan terkait Iran saat itu mencapai puncak penolakan sebesar 55 persen pada Oktober 2017.

Survei yang sama juga menunjukkan bahwa 58 persen pemilih menolak keterlibatan militer Amerika Serikat di Iran, dengan 37 persen menyatakan penolakan kuat. Sebaliknya, 42 persen responden mendukung aksi militer tersebut, meskipun hanya 20 persen yang menyatakan dukungan penuh.

Penurunan tingkat persetujuan terhadap Trump juga tercermin dalam survei lain yang dilakukan oleh Reuters bersama Ipsos. Hasilnya menunjukkan tingkat persetujuan Trump turun ke angka 36 persen, sementara 62 persen responden menyatakan ketidakpuasan.

Survei tersebut juga mengungkap bahwa 52 persen responden menilai langkah AS di Iran tidak berjalan dengan baik, sedangkan 47 persen berpandangan sebaliknya. Selain itu, 44 persen percaya bahwa aksi militer tersebut justru membuat AS menjadi kurang aman, dibandingkan 33 persen yang menilai sebaliknya.

Ketegangan antara AS dan Iran masih terus meningkat, meskipun ada peluang untuk mencapai gencatan senjata. Kedua negara telah mengajukan proposal perdamaian masing-masing. Iran menolak rencana 15 poin yang diajukan Trump dan memilih mengusulkan versinya sendiri, yang menekankan kedaulatan atas Selat Hormuz, tuntutan kompensasi, serta penghentian seluruh konflik.

Trump pun mendesak pihak Iran untuk segera menunjukkan keseriusan dalam negosiasi. Ia memperingatkan bahwa jika tidak ada kemajuan, maka situasi dapat memburuk tanpa jalan kembali.

Survei Fox News tersebut dilakukan pada 20–23 Maret dengan melibatkan 1.001 responden, serta memiliki margin kesalahan sekitar tiga poin persentase.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *