Politik

Transisi Kepemimpinan Iran: Mengenal Mojtaba Khamenei, Penerus Pemimpin Tertinggi

2
×

Transisi Kepemimpinan Iran: Mengenal Mojtaba Khamenei, Penerus Pemimpin Tertinggi

Sebarkan artikel ini

Mojtaba Khamenei ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi Iran menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan sorotan dunia terhadap kemungkinan transisi kekuasaan bergaya dinasti.

Mojtaba Khamenei
Mojtaba Khamenei

dakisemut.co.idJakarta Di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat dan Israel, kalangan ulama di Iran menetapkan sosok baru sebagai pemimpin tertinggi negara tersebut. Tokoh yang dipilih adalah Mojtaba Khamenei, putra dari mendiang Ali Khamenei.

Penunjukan itu diumumkan oleh Majelis Ahli Iran (Assembly of Experts) pada Minggu, 8 Maret. Keputusan tersebut diambil sekitar sembilan hari setelah Ali Khamenei dilaporkan meninggal dunia akibat serangan militer gabungan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel, peristiwa yang memicu ketegangan baru di kawasan Timur Tengah.

Proses Penunjukan Pemimpin Baru

Majelis Ahli merupakan lembaga ulama beranggotakan 88 orang yang dipilih melalui pemilihan setiap delapan tahun. Lembaga ini memiliki kewenangan menentukan dan mengawasi pemimpin tertinggi Republik Islam Iran.

Sebelumnya, badan ini hanya pernah melakukan satu kali pergantian kepemimpinan, yakni pada 1989 saat Ali Khamenei dipilih untuk menggantikan Ruhollah Khomeini, tokoh revolusi yang mendirikan Republik Islam Iran.

Pengumuman resmi penunjukan Mojtaba disampaikan melalui siaran televisi pemerintah Iran. Dalam pernyataan yang dibacakan, Majelis Ahli menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil dengan dukungan kuat dari para anggotanya, meskipun situasi keamanan sedang berada dalam kondisi yang sangat sensitif.

Dalam pernyataan itu disebutkan bahwa Mojtaba Khamenei resmi ditetapkan sebagai pemimpin tertinggi ketiga dalam sistem Republik Islam Iran. Para ulama juga menyatakan bahwa mereka tidak ragu mengambil keputusan tersebut, meski negara sedang menghadapi apa yang mereka sebut sebagai tekanan dan agresi dari pihak luar.

Kontroversi Soal Transisi Kekuasaan

Penunjukan Mojtaba menimbulkan perdebatan di berbagai kalangan. Sejak berdirinya Republik Islam Iran pada 1979, negara tersebut menolak sistem kekuasaan turun-temurun yang identik dengan monarki.

Revolusi Iran saat itu menggulingkan pemerintahan dinasti Shah yang dianggap terlalu dekat dengan Barat. Karena itu, terpilihnya putra dari pemimpin tertinggi sebelumnya memunculkan anggapan bahwa proses suksesi kali ini menyerupai pola dinasti.

Presiden Amerika Serikat saat itu, Donald Trump, bahkan sempat menyebut Mojtaba sebagai figur yang lemah dan menyatakan keinginannya agar Washington memiliki pengaruh dalam proses penentuan kepemimpinan di Iran. Dari pihak Israel, militer negara tersebut juga memberikan peringatan bahwa mereka tidak akan ragu mengambil tindakan terhadap penerus kepemimpinan Iran.

Meski demikian, dukungan kuat segera datang dari Garda Revolusi Iran (IRGC). Organisasi militer yang memiliki pengaruh besar dalam politik Iran itu menyatakan kesetiaan penuh kepada pemimpin baru dan siap menjalankan setiap kebijakannya.

Profil Mojtaba Khamenei

Mojtaba Khamenei dikenal sebagai ulama yang memiliki pandangan konservatif serta hubungan dekat dengan Garda Revolusi Iran. Ia pernah terlibat dalam unit tempur pada masa akhir Perang Iran–Irak yang berlangsung dari 1980 hingga 1988.

Pada 2019, Departemen Keuangan Amerika Serikat menjatuhkan sanksi terhadap Mojtaba. Pemerintah AS menilai ia memiliki peran penting dalam menjalankan berbagai kebijakan strategis ayahnya, meskipun tidak pernah menduduki posisi resmi di pemerintahan.

Banyak pengamat menilai Mojtaba memiliki pengaruh besar di balik layar sebagai salah satu orang kepercayaan Ali Khamenei, bahkan disebut berperan layaknya wakil kepala staf bagi pemimpin tertinggi sebelumnya.

Laporan media internasional, termasuk Bloomberg, menyebutkan bahwa Mojtaba diduga mengendalikan aset bernilai lebih dari 100 juta dolar AS melalui jaringan investasi properti dan perusahaan yang beroperasi di luar negeri.

Mojtaba Khamenei lahir pada 8 September 1969 di Mashhad, Iran. Ia merupakan satu-satunya anak Ali Khamenei yang dikenal aktif dalam kehidupan publik meskipun tidak memegang jabatan formal di pemerintahan.

Dalam bidang pendidikan, Mojtaba menempuh studi teologi di kota religius Qom dan memperoleh gelar Hujjat al-Islam, tingkat ulama yang berada satu level di bawah gelar Ayatullah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *