Internasional

Tuduhan: Pangeran Saudi Didorong Trump untuk Teruskan Konflik dengan Iran

9
×

Tuduhan: Pangeran Saudi Didorong Trump untuk Teruskan Konflik dengan Iran

Sebarkan artikel ini

Putra Mahkota Saudi Dorong Trump Pertahankan Tekanan Militer terhadap Iran

Laporan terbaru menyebutkan bahwa Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman, melihat adanya “peluang bersejarah” untuk mengubah lanskap politik Timur Tengah melalui konflik yang sedang berlangsung.

Menurut sumber yang mendapat pengarahan dari pejabat Amerika Serikat, Putra Mahkota Mohammed bin Salman mendorong Presiden AS Donald Trump untuk melanjutkan kampanye militer terhadap Iran. Dalam percakapan itu, Pangeran Mohammed disebut menekankan bahwa tekanan militer terhadap pemerintah garis keras Iran dianggap sebagai jalan untuk menstabilkan kawasan.

“Pangeran Mohammed bin Salman memberi tahu Trump bahwa langkah-langkah tegas diperlukan untuk melemahkan pemerintah Iran,” ujar seorang narasumber kepada The New York Times, Rabu 25 Maret 2026.

Menurut sumber yang sama, Pangeran Mohammed melihat Iran sebagai ancaman jangka panjang bagi keamanan Teluk, yang hanya bisa diatasi dengan perubahan rezim. Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga menilai Iran sebagai risiko jangka panjang. Namun, para analis menekankan bahwa bagi Israel, Iran yang kacau dan terjebak dalam masalah internal bisa dilihat sebagai situasi yang menguntungkan, sedangkan bagi Arab Saudi, kegagalan pemerintah Iran dianggap sebagai ancaman serius dan langsung.

Kendati demikian, pejabat senior Saudi dan AS memperingatkan bahwa eskalasi berkepanjangan bisa memicu serangan lebih besar terhadap fasilitas minyak Saudi, dan Amerika Serikat berisiko terjebak dalam konflik tanpa akhir.

Di ranah publik, sikap Trump terlihat berubah-ubah. Dia kadang menyatakan kemungkinan perang segera berakhir, namun di sisi lain memberi isyarat bahwa konflik bisa meningkat. Pada Senin, Trump menulis di media sosial bahwa pemerintahannya dan Iran telah mengadakan “percakapan produktif untuk penyelesaian total permusuhan,” meskipun pihak Iran membantah adanya negosiasi tersebut.

Dampak perang terhadap ekonomi dan keamanan Arab Saudi sangat signifikan. Serangan drone dan rudal dari Iran sebagai balasan atas aksi militer AS-Israel menimbulkan gangguan besar di pasar minyak global.

Pemerintah Saudi membantah tuduhan bahwa Putra Mahkota mendorong perpanjangan konflik. “Kerajaan Arab Saudi selalu mendukung penyelesaian damai, bahkan sebelum konflik ini terjadi,” bunyi pernyataan resmi. “Kami tetap berkoordinasi erat dengan pemerintahan Trump dan komitmen kami tidak berubah.”

Pernyataan itu menambahkan, “Fokus utama kami adalah melindungi warga dan infrastruktur dari serangan sehari-hari. Iran telah memilih jalur berisiko tinggi daripada solusi diplomatik yang nyata, merugikan semua pihak, terutama Iran sendiri.”

Meski Trump kadang tampak terbuka untuk mengakhiri konflik, Pangeran Mohammed disebut tetap menekankan bahwa menghentikan perang terlalu dini akan menjadi kesalahan. Ia juga mendorong serangan terhadap infrastruktur energi Iran sebagai strategi untuk melemahkan pemerintah Teheran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *