Berita

BMKG Temukan 213 Titik Panas di Riau, Bengkalis Paling Dominan

31
×

BMKG Temukan 213 Titik Panas di Riau, Bengkalis Paling Dominan

Sebarkan artikel ini

Lonjakan titik panas di Riau picu kekhawatiran karhutla meluas, Bengkalis jadi wilayah paling terdampak.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Pekanbaru melaporkan adanya 213 titik panas yang terpantau di wilayah Provinsi Riau. Dari jumlah tersebut, Kabupaten Bengkalis menjadi daerah dengan temuan terbanyak, yakni mencapai 91 titik.

Prakirawan BMKG Pekanbaru, Anggun R, menjelaskan bahwa selain Bengkalis, sebaran titik panas juga ditemukan di sejumlah daerah lain. Kabupaten Pelalawan mencatat 76 titik, disusul Indragiri Hilir sebanyak 22 titik. Sementara itu, Indragiri Hulu dan Kota Dumai masing-masing mencatat 11 titik, serta Kabupaten Siak dan Rokan Hilir yang masing-masing terdeteksi satu titik panas.

Data tersebut merupakan hasil pembaruan terakhir hingga Sabtu, 28 Maret 2026 pukul 07.00 WIB.

Kemunculan titik panas ini mengindikasikan adanya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berdampak pada penurunan kualitas udara. Di wilayah Pelalawan, jarak pandang dilaporkan hanya sekitar 5 kilometer, sedangkan di Kampar mencapai 6 kilometer.

Secara keseluruhan di Pulau Sumatra, jumlah titik panas tercatat sebanyak 350, dengan Provinsi Riau menjadi penyumbang terbanyak. Selain itu, Kepulauan Riau terdeteksi 52 titik, Sumatra Utara 37 titik, Sumatra Barat 14 titik, Jambi 11 titik, Sumatra Selatan 7 titik, Bengkulu 6 titik, Bangka Belitung 5 titik, serta Aceh sebanyak 4 titik.

Saat ini, tim Manggala Agni dari Balai Pengendalian Perubahan Iklim (PPI) dan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhut) wilayah Sumatra masih terus berupaya memadamkan api. Kebakaran yang terjadi dilaporkan telah meluas hingga ratusan hektare dan tersebar di berbagai lokasi di Riau.

Berdasarkan data lapangan, area kebakaran terluas berada di Desa Teluk Beringin, Kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan dengan perkiraan luas mencapai 53,3 hektare. Selain itu, kebakaran besar juga terjadi di kawasan Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil, tepatnya di Desa Tasik Betung, Kabupaten Siak, dengan luas sekitar 22 hektare.

Kebakaran lain juga dilaporkan terjadi di Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan dengan luas sekitar 20 hektare, serta di Desa Talang Jerinjing, Kabupaten Indragiri Hulu yang terbakar sekitar 15 hektare.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *