Internasional

Iran Tegaskan Sikap ke AS: Kepercayaan Sudah Habis

42
×

Iran Tegaskan Sikap ke AS: Kepercayaan Sudah Habis

Sebarkan artikel ini

Iran menegaskan sikap keras terhadap Amerika Serikat dengan menolak negosiasi, menuntut jaminan keamanan penuh, serta menegaskan kesiapan menghadapi segala bentuk eskalasi konflik.

Teheran – Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa negaranya tidak lagi menaruh kepercayaan kepada Amerika Serikat di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Araghchi mengungkapkan bahwa komunikasi antara Iran dan AS masih berlangsung, baik secara langsung maupun melalui pihak ketiga. Namun, ia menekankan bahwa interaksi tersebut tidak dapat dianggap sebagai proses negosiasi resmi. Ia juga membantah pernyataan sejumlah pejabat AS yang menyebut adanya pembicaraan serius antara kedua negara.

Menurutnya, pengalaman masa lalu—terutama keputusan AS keluar dari kesepakatan nuklir tahun 2015—menjadi alasan utama hilangnya kepercayaan Teheran terhadap Washington.

“Kami tidak yakin bahwa perundingan dengan AS akan menghasilkan sesuatu. Tingkat kepercayaan kami berada di titik nol,” ujar Araghchi, seperti dikutip dari Press TV.

Syarat Iran untuk Menghentikan Serangan Balasan

Menanggapi kemungkinan eskalasi militer, Araghchi menyatakan Iran berada dalam kondisi siap menghadapi berbagai skenario, termasuk kemungkinan serangan darat dari AS. Ia bahkan meragukan keberanian Washington untuk mengambil langkah tersebut.

Ia juga menyinggung kebijakan terkait Selat Hormuz, yang bisa ditutup bagi kapal-kapal yang dianggap sebagai pihak musuh. Kebijakan itu, menurutnya, merupakan bagian dari strategi militer dan hanya berlaku bagi negara yang terlibat langsung dalam konflik dengan Iran.

Iran, lanjut Araghchi, menolak opsi gencatan senjata sementara. Teheran menginginkan penghentian konflik secara menyeluruh, disertai jaminan bahwa serangan tidak akan terulang serta adanya kompensasi atas kerugian yang dialami masyarakat Iran.

Ia juga menegaskan bahwa Iran tidak akan bergantung pada jaminan dari pihak ketiga, termasuk Dewan Keamanan PBB, karena dianggap tidak cukup mampu memastikan berakhirnya agresi.

Tolak Tekanan dan Tenggat Waktu dari AS

Araghchi turut menanggapi tenggat waktu yang disebut diberikan oleh Presiden AS, Donald Trump. Ia menilai pendekatan tersebut tidak efektif dan tidak akan memengaruhi sikap Iran.

Menurutnya, Iran tidak bisa dipaksa melalui tekanan atau ancaman. Jika hal tersebut terjadi, Teheran siap memberikan respons tegas.

Meski demikian, Araghchi menyebut bahwa Iran tetap membuka peluang untuk membangun hubungan yang lebih baik dengan negara-negara di kawasan setelah konflik mereda. Ia menilai stabilitas regional hanya bisa tercapai jika setiap negara saling menghormati kedaulatan masing-masing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *