Internasional

Sekutu Enggan Terlibat, Iran Nilai AS Kehilangan Kepercayaan Diplomatik

17
×

Sekutu Enggan Terlibat, Iran Nilai AS Kehilangan Kepercayaan Diplomatik

Sebarkan artikel ini

Ketegangan meningkat saat sekutu menolak dukungan militer, memicu kritik Iran terhadap kepemimpinan dan diplomasi Amerika Serikat.

Washington — Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menunjukkan kekecewaan setelah sejumlah negara sekutu, baik dari aliansi NATO maupun kawasan Pasifik, menolak ajakan Washington untuk ikut serta dalam operasi militer terhadap Iran. Situasi ini memicu tanggapan dari Teheran yang menilai kredibilitas diplomatik AS semakin menurun.

Mayoritas negara mitra AS memilih tidak terlibat dalam rencana aksi ofensif yang bertujuan membuka kembali akses di Selat Hormuz. Penolakan tersebut disebut-sebut membuat Trump frustrasi, yang kemudian ia ungkapkan dalam berbagai pidato publik dan pernyataan di media sosial.

Dalam salah satu konferensi pers pada awal pekan, Trump secara terbuka menyuarakan kekesalannya terhadap minimnya dukungan dari negara-negara sekutu di kawasan Pasifik.

Ia menyoroti bahwa bukan hanya anggota NATO yang tidak memberikan bantuan, tetapi juga negara seperti Korea Selatan, Australia, dan Jepang yang menurutnya tidak menunjukkan dukungan terhadap langkah AS.

Sehari sebelumnya, Trump juga mengunggah pernyataan keras melalui platform Truth Social. Dalam unggahan tersebut, ia melontarkan ancaman terhadap Iran agar segera membuka Selat Hormuz, dengan memperingatkan potensi serangan terhadap infrastruktur vital seperti jembatan dan pembangkit listrik.

Trump bahkan mengklaim bahwa militer AS memiliki rencana untuk melumpuhkan fasilitas penting Iran dalam waktu singkat jika tuntutannya tidak dipenuhi.

Menanggapi hal tersebut, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyatakan bahwa sikap AS mencerminkan hilangnya kepercayaan dari negara-negara sekutunya sendiri. Ia juga mengkritik Trump sebagai pemimpin yang dinilai tidak stabil.

Baghaei turut menyinggung soal konsep gencatan senjata, yang menurutnya hanya memberi ruang bagi pihak lawan untuk memperkuat kekuatan sebelum melanjutkan konflik. Ia menilai langkah tersebut tidak masuk akal dan berpotensi memperburuk situasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *