Yerusalem Timur – Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, kembali memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur pada Minggu, 13 April 2026. Kunjungan tersebut berlangsung di bawah penjagaan ketat aparat kepolisian Israel.
Menurut keterangan dari otoritas setempat yang dikutip oleh kantor berita Palestina Wafa, langkah ini terjadi di tengah situasi yang semakin tegang, disertai pembatasan akses bagi para jemaah yang ingin beribadah di lokasi suci tersebut.
Laporan dari TRT World menyebutkan bahwa kedatangan Ben-Gvir dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya, serupa dengan kunjungan-kunjungan sebelumnya yang kerap memicu kritik dari berbagai pihak internasional. Aksi ini menambah daftar kontroversi yang melibatkan dirinya terkait kawasan tersebut.
Berdasarkan ketentuan yang berlaku, pejabat Israel hanya diperbolehkan memasuki kompleks itu dengan izin dari kantor Perdana Menteri, Benjamin Netanyahu.
Masjid Al-Aqsa sendiri memiliki kedudukan penting sebagai situs suci ketiga bagi umat Islam. Di sisi lain, dalam kepercayaan Yahudi, wilayah yang sama dikenal sebagai Temple Mount dan diyakini sebagai lokasi berdirinya dua kuil kuno.
Peristiwa ini terjadi sehari setelah pasukan Israel memperketat pengamanan di sejumlah titik di Yerusalem Timur, termasuk kawasan Kota Tua dan Gerbang Damaskus. Pengetatan tersebut dilakukan bertepatan dengan perayaan Sabtu Suci di Gereja Makam Kudus.
Sebelumnya, pihak berwenang Israel juga sempat menutup gereja tersebut selama 40 hari dengan alasan keamanan, di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan.
Kunjungan terbaru Ben-Gvir ke kompleks Al-Aqsa kembali menegaskan betapa sensitifnya wilayah tersebut, yang sering menjadi pusat ketegangan dalam konflik berkepanjangan antara Israel dan Palestina.











