Berita

Benda Bercahaya di Langit Lampung Diduga Sampah Antariksa dari Roket China

39

Fenomena cahaya misterius yang melintas di langit Lampung dipastikan bukan komet, melainkan diduga kuat serpihan sampah antariksa dari roket Tiongkok yang terbakar saat memasuki atmosfer Bumi.

Bandar Lampung – Kemunculan objek bercahaya yang melintas di langit Lampung sempat membuat warga geger dan ramai diperbincangkan di media sosial. Fenomena tersebut awalnya dikira sebagai komet yang jatuh ke Bumi.

Kepala Pusat Observatorium Astronomi ITERA Lampung (OAIL), Dr. Annisa Novia Indra Putri, menjelaskan bahwa objek tersebut kemungkinan besar bukan komet, melainkan serpihan sampah antariksa.

Menurutnya, hasil analisis awal menunjukkan bahwa benda bercahaya yang memiliki ekor tersebut bergerak dengan pola yang tidak lazim untuk sebuah komet. Selain itu, pecahan yang terlihat dalam rekaman video juga tidak menunjukkan karakteristik khas komet.

Ia menambahkan, objek tersebut diduga berasal dari bagian roket milik Tiongkok yang kembali memasuki atmosfer Bumi. Meski demikian, masyarakat tidak perlu khawatir karena sebagian besar material akan terbakar saat bergesekan dengan atmosfer.

“Biasanya hanya sisa kecil saja yang bisa mencapai permukaan Bumi,” jelasnya.

Di sisi lain, Annisa juga mengungkapkan adanya komet bernama C/2026 A1 (MAPS) yang tengah menjadi perhatian para astronom. Komet ini termasuk jenis sungrazer, yaitu komet yang melintas sangat dekat dengan Matahari.

Komet tersebut diketahui mencapai jarak terdekatnya dengan Matahari sekitar 0,02 satuan astronomi. Jika tidak hancur saat melewati titik tersebut (perihelion), komet ini diperkirakan akan mendekati Bumi pada 6 April 2026.

Apabila tetap utuh, komet MAPS berpotensi terlihat di rasi bintang Cetus dan dapat diamati, meski membutuhkan alat bantu pengamatan.

Sebelumnya, video yang memperlihatkan benda bercahaya melintas di langit Lampung pada Sabtu, 4 April 2026, sempat viral. Banyak warga yang menduga fenomena tersebut sebagai komet yang jatuh ke Bumi, sebelum akhirnya mendapat penjelasan dari pihak observatorium.

Exit mobile version