Islamabad — Rombongan delegasi Iran dilaporkan telah meninggalkan Islamabad dan kembali ke Teheran setelah pembicaraan dengan Amerika Serikat tidak mencapai kesepakatan pada Minggu, 13 April 2026.
Menurut laporan media pemerintah Iran, Press TV, delegasi tersebut dipimpin oleh Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf, dengan didampingi Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi. Mereka meninggalkan Pakistan usai menjalani serangkaian pembahasan intensif dengan pihak Amerika Serikat.
Perundingan yang dijuluki “Islamabad Talks” ini difasilitasi oleh pemerintah Pakistan sebagai upaya meredakan ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel, yang telah berlangsung sejak akhir Februari.
Sebelumnya, Pakistan juga berperan dalam membantu tercapainya kesepakatan gencatan senjata sementara selama dua minggu di antara pihak-pihak yang terlibat konflik.
Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar, mengonfirmasi bahwa perundingan telah berakhir. Ia meminta semua pihak tetap mematuhi kesepakatan gencatan senjata dan mendorong agar dialog dilanjutkan dengan pendekatan yang lebih konstruktif demi menjaga stabilitas kawasan.
“Pakistan akan terus berupaya memfasilitasi komunikasi antara Iran dan Amerika Serikat ke depan,” ujar Dar.
Sementara itu, delegasi Amerika Serikat dalam perundingan ini dipimpin oleh Wakil Presiden JD Vance, didampingi utusan khusus Steve Witkoff serta Jared Kushner. Vance juga dilaporkan telah meninggalkan Islamabad setelah proses negosiasi selesai.
Pembicaraan berlangsung dalam beberapa tahap, baik melalui pertemuan langsung maupun komunikasi tidak langsung, dengan dukungan pejabat tinggi Pakistan, termasuk Panglima Angkatan Darat Asim Munir.











