Berita

Pimpinan MPR: Pendidikan Kunci Utama Mewujudkan Bangsa Tangguh

11

Pendidikan dan penguatan karakter generasi muda menjadi fondasi penting dalam menyiapkan masa depan Indonesia yang maju dan berdaya saing.

Jakarta — Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas, menegaskan bahwa pendidikan memegang peran sentral dalam membangun bangsa yang kuat, harmonis, dan berdaya saing. Ia menilai generasi muda perlu terus didorong agar menjadikan pendidikan sebagai fondasi dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

Dalam sambutannya saat membuka Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Jawa Barat di Bandung, Sabtu (11 April 2026), Ibas mengutip pemikiran Ki Hajar Dewantara yang menekankan bahwa pendidikan merupakan tuntunan dalam proses tumbuh kembang anak bangsa. Ia juga mengingatkan bahwa pendidikan kerap disebut sebagai kekuatan paling efektif untuk membawa perubahan di dunia.

Menurutnya, ajang lomba ini tidak hanya sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran untuk membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, serta berbudaya dengan berlandaskan nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan. Ia berharap pendidikan dapat menjadi pilar utama dalam menyiapkan masa depan Indonesia yang lebih maju dan sejahtera.

Ibas juga menekankan pentingnya keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan pembentukan karakter. Hal ini dinilai penting agar generasi muda tetap memiliki jati diri di tengah pesatnya perkembangan zaman.

Mengangkat tema “cerdas, hebat, dan berbudaya,” ia mengajak para peserta untuk tidak hanya unggul dalam pemikiran, tetapi juga kuat dalam karakter serta mampu menjaga dan melestarikan budaya bangsa.

Lebih lanjut, ia mendorong para peserta untuk menjadi generasi yang tangguh dan siap melanjutkan kepemimpinan bangsa. Ia menegaskan bahwa kompetisi bukanlah tujuan akhir, melainkan proses untuk belajar, berkembang, dan mempererat kebersamaan.

Kegiatan Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Jawa Barat ini merupakan hasil kerja sama antara Sekretariat Jenderal MPR RI dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Perlombaan berlangsung dalam tiga tahap, yakni sesi wawasan, sesi tematik, serta sesi rebutan yang berlangsung dinamis.

Berdasarkan hasil akhir, SMA Negeri 2 Bogor keluar sebagai juara pertama dan berhak melaju ke tingkat nasional di Jakarta. Posisi kedua diraih oleh SMA Negeri 4 Bogor, sementara SMA Negeri 1 Majalengka menempati posisi ketiga.

Exit mobile version