Jakarta — Presiden Prabowo Subianto mengingatkan bahwa dunia tengah menghadapi ancaman krisis besar yang mencakup sektor pangan, energi, dan air. Ia menegaskan bahwa ketiga hal tersebut merupakan aspek fundamental yang harus diwaspadai oleh setiap negara karena berpengaruh langsung terhadap keberlangsungan sebuah bangsa.
Menurut Prabowo, pandangan mengenai pentingnya tiga sektor tersebut bukan hal baru. Ia telah lama menyuarakan gagasan tersebut sebagai bagian dari konsep keselamatan nasional. Bahkan, hal ini sejalan dengan pandangan Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui program pembangunan berkelanjutan (SDGs), yang sejak beberapa tahun lalu telah memprediksi adanya potensi krisis global di bidang pangan, energi, dan air.
Presiden juga menyampaikan bahwa pemikirannya tentang ketahanan di tiga sektor tersebut telah dituangkan dalam berbagai tulisan dan buku selama bertahun-tahun, sebagai bentuk konsistensi terhadap isu strategis tersebut.
Terkait kondisi di Indonesia, Prabowo menilai bahwa secara umum ketersediaan air di dalam negeri masih tergolong mencukupi. Bahkan, di beberapa wilayah Indonesia justru mengalami kelebihan air. Namun demikian, ia mengakui masih ada daerah tertentu, khususnya di kawasan timur Indonesia, yang menghadapi kendala dalam akses air bersih.
Ia menjelaskan bahwa permasalahan air di Indonesia lebih banyak berkaitan dengan pengelolaan dan pelestarian lingkungan. Kerusakan alam, seperti penebangan hutan secara berlebihan, dapat mengganggu kemampuan tanah dalam menyimpan air dan berujung pada kekeringan.
Menurutnya, kondisi tersebut sebenarnya masih bisa diatasi jika pengelolaan sumber daya alam dilakukan dengan baik. Ia juga menyinggung bahwa terdapat negara-negara kaya sumber energi seperti minyak dan gas, tetapi justru mengalami keterbatasan air.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden mengumpulkan jajaran Kabinet Merah Putih, termasuk para menteri, wakil menteri, serta pejabat eselon I dari berbagai kementerian dan lembaga, di Istana Kepresidenan Jakarta. Pertemuan ini bertujuan untuk memberikan arahan secara langsung kepada seluruh jajaran pemerintahan.
Sebelumnya, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Angga Raka Prabowo, menyampaikan bahwa Presiden ingin memastikan adanya kesamaan pemahaman di antara seluruh pejabat dalam menjalankan kebijakan pemerintah.
Ia menambahkan bahwa pertemuan tersebut juga menjadi sarana bagi Presiden untuk menyampaikan berbagai isu strategis terkait arah kebijakan negara serta perkembangan situasi terkini.
