Jakarta: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya memberikan manfaat bagi para pelajar sebagai penerima utama, tetapi juga berdampak langsung pada masyarakat di sekitarnya, khususnya dalam menciptakan peluang kerja baru.
Di Kabupaten Cirebon, pelaksanaan program ini menghadirkan aktivitas baru di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Setiap harinya, puluhan warga setempat terlibat dalam berbagai proses, mulai dari persiapan bahan, pengolahan makanan, hingga distribusi. Keterlibatan ini membuka kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh penghasilan.
Adha Sidik Hidayat, yang bekerja sebagai juru masak di SPPG Banjarwangunan 1, Kecamatan Mundu, mengungkapkan bahwa program tersebut memberikan peluang kerja bagi warga yang sebelumnya belum memiliki pekerjaan tetap.
Menurutnya, sejumlah relawan yang terlibat bahkan berasal dari kalangan orang tua tunggal, sehingga keberadaan program MBG sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan keluarga mereka.
Sebagai bagian dari tim dapur, Adha menjelaskan bahwa penghasilan yang diterima para pekerja cukup untuk menunjang kebutuhan sehari-hari. Ia menyebutkan bahwa pendapatan tersebut bahkan bisa melampaui upah minimum kabupaten setempat.
Para relawan, lanjutnya, mendapatkan bayaran sekitar Rp100 ribu hingga Rp200 ribu per hari, sementara tenaga juru masak memperoleh rata-rata Rp200 ribu per hari, tergantung jumlah hari kerja. Nilai ini dinilai cukup kompetitif jika dibandingkan dengan UMK Cirebon yang berada di kisaran Rp3 juta per bulan.
Dalam satu unit SPPG, terdapat puluhan tenaga kerja yang menjalankan berbagai tugas, mulai dari persiapan bahan, memasak, pengemasan, hingga distribusi makanan. Seluruh tenaga kerja tersebut direkrut dari warga lokal sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan.
Selain membuka lapangan kerja, keberadaan dapur gizi juga memberikan efek domino terhadap perekonomian sekitar. Pelaku usaha kecil seperti warung dan pemasok bahan makanan turut merasakan peningkatan aktivitas usaha.
Perputaran ekonomi di lingkungan sekitar pun meningkat, seiring dengan kebutuhan harian para pekerja yang berbelanja makanan, minuman, dan kebutuhan lainnya di sekitar lokasi.
Bagi banyak warga, program MBG tidak hanya menjadi kegiatan rutin, tetapi juga menjadi sumber penghasilan yang membantu menjaga stabilitas ekonomi keluarga mereka.
