dakisemut.co.id, Jakarta – Menu puding yang terdapat dalam paket Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ngrojo 2 Bangilan, Kabupaten Tuban, mendapat keluhan dari sejumlah guru dan wali murid.
Keluhan muncul karena puding yang diterima siswa ditemukan dalam kondisi mencair. Hal tersebut menimbulkan kekhawatiran terkait kebersihan serta kelayakan makanan untuk dikonsumsi oleh anak-anak.
Seorang guru berinisial SR mengungkapkan bahwa pihak sekolah telah menyarankan para wali murid agar tidak memberikan puding tersebut kepada siswa.
“Kami sudah mengimbau kepada para wali murid agar menu puding tersebut tidak dikonsumsi,” ujar SR, yang mengaku menerima banyak laporan dari orang tua murid mengenai kondisi makanan tersebut.
Ia juga menilai kejadian ini menjadi pengingat pentingnya penerapan pengawasan kualitas (quality control/QC) yang ketat dalam proses produksi makanan di dapur SPPG. Dengan begitu, anggaran negara yang digunakan benar-benar memberikan manfaat gizi yang maksimal bagi siswa, bukan justru menimbulkan potensi risiko kesehatan.
SPPG Sampaikan Permintaan Maaf dan Siapkan Menu Pengganti
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala SPPG Ngrojo 2 Bangilan, Geri, menyampaikan permohonan maaf kepada para siswa dan pihak sekolah.
Ia meminta agar puding yang sudah mencair tidak dikonsumsi. Sebagai bentuk tanggung jawab, pihaknya berencana mengganti menu tersebut dengan buah pada distribusi berikutnya.
“Besok hari Senin, menu puding akan kami ganti dengan buah sebagai bentuk tanggung jawab atas makanan yang kami distribusikan,” jelas Geri saat dikonfirmasi.
Menurutnya, mencairnya puding terjadi karena kendala teknis di area dapur saat proses produksi berlangsung. Ia menjelaskan bahwa para relawan dapur baru pertama kali menyiapkan makanan dalam jumlah besar, sehingga masih menghadapi beberapa kesulitan dalam pengolahan.
Sebagai tambahan informasi, dapur SPPG yang berada di bawah pengelolaan Yayasan Kemala Bhayangkari di Kabupaten Tuban menangani produksi makanan dalam jumlah besar dengan nilai paket sebesar Rp15.000 per porsi.
Dari jumlah tersebut, sekitar Rp10.000 dialokasikan untuk menu makanan bagi penerima manfaat, sementara Rp3.000 digunakan untuk operasional dapur, dan Rp2.000 untuk biaya sewa lahan.https://dakisemut.co.id/



