Arus mudik Lebaran tahun 2026 mencatatkan rekor baru sebagai yang paling padat sepanjang sejarah. Berdasarkan data dari Korlantas Polri, total kendaraan yang melintas saat puncak arus mudik pada 18–19 Maret mencapai 270.315 unit.
Jumlah tersebut mengalami kenaikan sekitar 4 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Data ini sekaligus menjadi acuan bagi pihak kepolisian dalam menyusun strategi pengaturan arus balik agar tetap lancar.
Strategi Rekayasa Lalu Lintas untuk Arus Balik
Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan saat arus balik, sejumlah skema rekayasa lalu lintas telah disiapkan. Puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 24 Maret 2026.
Sebagai langkah awal, sistem satu arah (one way) lokal akan diberlakukan pada 23 Maret, dimulai dari KM 263 Pejagan–Pemalang hingga KM 72 Cikampek Utama. Selanjutnya, pada 24 Maret akan diterapkan one way nasional dari KM 414 Kalikangkung hingga KM 70 Cikampek.
Selain itu, rekayasa tambahan seperti contraflow juga akan diterapkan di beberapa titik rawan kepadatan, termasuk ruas tol di wilayah Jawa Tengah seperti Semarang ABC serta jalur Tol Jakarta-Cikampek.
Arus Balik Diprediksi Terbagi Dua Gelombang
Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Agus Suryonugroho, menjelaskan bahwa arus balik tahun ini kemungkinan akan terbagi dalam dua fase. Gelombang pertama diperkirakan berlangsung pada 23–24 Maret, sementara gelombang kedua diprediksi terjadi pada 28–29 Maret.
Menurutnya, pembagian ini diharapkan dapat mengurangi penumpukan kendaraan secara bersamaan, sehingga arus lalu lintas bisa lebih terkendali.
Ia juga menegaskan bahwa penerapan sistem satu arah skala nasional akan dilakukan sesuai arahan pimpinan, dengan koordinasi bersama berbagai pihak terkait guna memastikan kelancaran perjalanan masyarakat.
Imbauan untuk Hindari Tanggal Padat
Masyarakat diimbau untuk mengatur waktu perjalanan kembali ke Jakarta agar tidak bertepatan dengan puncak arus balik. Hal ini penting untuk menghindari kemacetan panjang di jalan tol.
Selain itu, adanya kebijakan kerja fleksibel seperti work from home (WFH) atau work from anywhere (WFA) pada 26–28 Maret 2026 diharapkan dapat membantu mengurangi kepadatan lalu lintas.
Dengan pengaturan jadwal perjalanan yang lebih fleksibel, diharapkan arus balik Lebaran tahun ini dapat berjalan lebih lancar dan aman bagi seluruh pengguna jalan.
