dakisemut.co.JAKARTA Pemerintah Iran dilaporkan mulai meninggalkan sistem navigasi satelit Global Positioning System (GPS) milik Amerika Serikat dan beralih menggunakan sistem navigasi satelit BeiDou Navigation Satellite System yang dikembangkan oleh China.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi teknologi dan geopolitik Teheran di tengah ketegangan regional serta kekhawatiran terhadap potensi gangguan atau kontrol terhadap sistem navigasi yang dikelola negara lain.
Alasan Iran Tinggalkan GPS Amerika
Selama bertahun-tahun, GPS milik Amerika Serikat menjadi standar global untuk navigasi satelit di berbagai sektor, mulai dari transportasi, komunikasi, hingga militer. Namun, Iran menilai ketergantungan pada teknologi tersebut dapat menimbulkan risiko strategis.
Iran khawatir sinyal GPS dapat dibatasi atau dimatikan sewaktu-waktu oleh pihak yang mengelolanya, terutama dalam kondisi konflik geopolitik. Kekhawatiran tersebut membuat Teheran mencari alternatif sistem navigasi yang lebih independen.
Selain itu, penggunaan sistem yang dikendalikan negara lain dinilai berpotensi membuka celah keamanan data dan pelacakan lokasi oleh pihak luar.
Pilih Sistem Satelit BeiDou Milik China
Sebagai solusi, Iran mulai memanfaatkan BeiDou Navigation Satellite System, sistem navigasi global yang dikembangkan oleh China. Sistem ini memiliki jaringan puluhan satelit yang menyediakan layanan penentuan posisi, navigasi, dan waktu secara global.
Teknologi BeiDou bahkan disebut mampu memberikan ketahanan lebih baik terhadap gangguan elektronik, sehingga banyak digunakan dalam sistem pertahanan dan navigasi militer.
Kerja sama antara Iran dan China dalam bidang teknologi navigasi juga telah berlangsung sejak beberapa tahun terakhir, termasuk integrasi teknologi BeiDou pada sistem navigasi militer dan drone.
Dampak Geopolitik dan Teknologi
Keputusan Iran untuk menggunakan sistem navigasi China juga mencerminkan pergeseran keseimbangan teknologi global. Selama ini, GPS Amerika Serikat mendominasi sistem navigasi dunia, tetapi kini beberapa negara mulai mengembangkan alternatifnya sendiri.
Selain BeiDou milik China, terdapat pula sistem navigasi lain seperti:
- GLONASS milik Rusia
- Galileo milik Uni Eropa
Keberadaan beberapa sistem navigasi global ini membuat negara-negara memiliki pilihan teknologi yang lebih beragam dan tidak sepenuhnya bergantung pada satu sistem.
Pengaruh pada Teknologi Militer
Dalam konteks militer, sistem navigasi satelit sangat penting untuk menentukan posisi, mengarahkan drone, hingga meningkatkan akurasi rudal.
Penggunaan teknologi BeiDou oleh Iran disebut dapat meningkatkan presisi sistem navigasi militer dan mengurangi risiko gangguan sinyal selama konflik.
Hal ini menjadi salah satu alasan utama mengapa Iran memilih sistem navigasi alternatif selain GPS.
Kesimpulan
Keputusan Iran untuk meninggalkan GPS Amerika dan beralih ke BeiDou Navigation Satellite System milik China menunjukkan perubahan besar dalam peta teknologi navigasi global.
Langkah tersebut tidak hanya berkaitan dengan teknologi, tetapi juga mencerminkan dinamika geopolitik dan upaya negara-negara untuk mengurangi ketergantungan terhadap sistem yang dikendalikan oleh kekuatan global tertentu.
