Ekonomi

Dolar AS Melemah Seiring Meredanya Ketegangan di Timur Tengah

8
×

Dolar AS Melemah Seiring Meredanya Ketegangan di Timur Tengah

Sebarkan artikel ini

Pernyataan Donald Trump soal peluang damai dengan Iran memicu pelemahan dolar AS dan mendorong optimisme pasar global

Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB), setelah sempat menguat di awal sesi. Pelemahan ini terjadi di tengah perhatian pelaku pasar terhadap pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut adanya pembicaraan “produktif” dengan Iran.

Berdasarkan laporan Xinhua pada 24 Maret 2026, indeks dolar—yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia—turun 0,69 persen ke level 98,958.

Di pasar valuta asing New York, euro menguat ke USD1,1607 dari sebelumnya USD1,1559. Sementara itu, poundsterling Inggris juga naik menjadi USD1,3425 dibandingkan USD1,3337 pada sesi sebelumnya.

Sebaliknya, dolar AS melemah terhadap yen Jepang, diperdagangkan di level 158,45 dari sebelumnya 159,22. Mata uang AS juga turun terhadap franc Swiss menjadi 0,7865 dari 0,7885. Namun, dolar AS sedikit menguat terhadap dolar Kanada ke posisi 1,3719 dari 1,3707. Di sisi lain, dolar AS juga turun terhadap krona Swedia ke 9,3095 dari 9,3594.

Harapan De-eskalasi Konflik Timur Tengah

Mengutip Investing.com, pasar saham di Wall Street mencatat kenaikan signifikan pada perdagangan Senin, sementara harga minyak dunia justru merosot. Kondisi ini dipicu oleh keputusan Trump yang menunda rencana serangan terhadap fasilitas vital Iran setelah adanya diskusi yang dinilai konstruktif dengan pihak Teheran.

Melalui unggahan di media sosial, Trump menyatakan bahwa pembicaraan yang berlangsung selama dua hari bertujuan untuk mencapai “resolusi penuh” demi perdamaian.

Ia juga mengungkapkan telah memerintahkan Pentagon untuk menunda serangan terhadap infrastruktur energi dan pembangkit listrik Iran selama lima hari.

Namun, pihak Iran membantah adanya komunikasi langsung dengan AS. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan bahwa tidak ada pembicaraan yang terjadi, serta menekankan bahwa sikap negara tersebut terkait Selat Hormuz dan syarat penghentian konflik tidak berubah.

Laporan dari Wall Street Journal menyebutkan kantor berita Fars juga mengonfirmasi tidak adanya kontak, baik langsung maupun tidak langsung, antara kedua negara. Bahkan disebutkan bahwa rencana serangan AS dibatalkan setelah Iran mengancam akan melakukan serangan balasan ke target serupa di kawasan Asia Barat.

Dalam keterangannya kepada media, Trump menilai proses dialog berjalan intens dan menunjukkan perkembangan positif.

Ia menambahkan bahwa peluang untuk mencapai kesepakatan cukup besar, meski belum ada jaminan hasil akhir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *