Teheran– Militer Iran meluncurkan serangan menggunakan drone yang menargetkan sejumlah kapal milik Amerika Serikat. Aksi ini disebut sebagai bentuk balasan atas penahanan kapal kargo Iran di kawasan Teluk Oman pada Minggu, 19 April.
Ketegangan ini muncul di tengah masa gencatan senjata selama dua pekan antara Iran dan Amerika Serikat yang difasilitasi Pakistan. Kedua negara juga dijadwalkan melanjutkan perundingan langsung di Islamabad dalam waktu dekat.
Media setempat melaporkan bahwa insiden bermula saat pasukan AS menembak dan kemudian menaiki kapal kontainer bernama TOUSKA. Pemerintah Iran menilai tindakan tersebut melanggar kesepakatan gencatan senjata yang telah diberlakukan sejak 7 April.
Juru bicara militer Iran, Ebrahim Zolfaghari, menyatakan bahwa pihak Amerika lebih dulu melakukan serangan. Ia menuduh AS melanggar perjanjian dengan melumpuhkan sistem navigasi kapal sebelum melakukan penyerangan.
Berdasarkan laporan, kapal TOUSKA berangkat dari Port Klang pada 12 April dan sedang menuju Bandar Abbas saat dicegat di perairan Teluk Oman oleh militer AS.
Sementara itu, United States Central Command mengungkapkan bahwa kapal perang USS Spruance berhasil menghentikan kapal berbendera Iran yang diduga berusaha menembus blokade laut. Hingga kini, kapal tersebut dilaporkan masih berada dalam penguasaan pasukan Marinir AS.
Video yang beredar memperlihatkan kapal perang AS sempat memberikan peringatan sebelum akhirnya melepaskan tembakan. Iran mengecam tindakan itu sebagai bentuk perompakan di laut serta pelanggaran terhadap hukum internasional.
Zolfaghari menegaskan bahwa Iran akan segera mengambil langkah balasan atas insiden ini. Ia menyebut tindakan tersebut sebagai agresi bersenjata oleh militer Amerika Serikat yang tidak akan dibiarkan tanpa respons.











