Jakarta– Pemerintah bersama pelaku industri terus mengupayakan peningkatan daya saing destinasi serta aset pariwisata nasional agar mampu bersaing di tingkat global. Upaya ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas layanan, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi sektor pariwisata Indonesia.
Direktur Utama Maya Watono menyampaikan bahwa pengembangan pariwisata harus tetap berakar pada budaya lokal. Menurutnya, kekuatan identitas Indonesia menjadi kunci penting dalam menghadirkan daya tarik yang unik di kancah internasional.
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas pencapaian dalam ajang Tatler Best Indonesia 2026, di mana The Meru Sanur berhasil meraih dua penghargaan bergengsi. Hotel ini berada di bawah pengelolaan PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) melalui anak usahanya InJourney Hospitality.
Maya menilai pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa layanan berstandar internasional dapat berjalan selaras dengan kekayaan budaya dan keramahan khas Indonesia. Hal ini sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi wisata unggulan dunia.
Hotel The Meru Sanur yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan Sanur memiliki peran penting dalam pengembangan wisata kesehatan (health and wellness tourism). Kawasan ini dirancang sebagai destinasi internasional yang menawarkan layanan kesehatan terpadu dengan pengalaman wisata.
Sebelumnya, kawasan tersebut dikenal sebagai Grand Inna Bali Beach, yang telah beroperasi sejak 1966. Seiring pembangunan KEK Sanur, properti ini direvitalisasi pada 2022 dan kembali beroperasi pada 2024 dengan konsep baru sebagai bagian dari The Meru Sanur & Bali Beach Hotel The Heritage Collection.
Pencapaian ini mencerminkan komitmen InJourney dalam mengelola aset pariwisata secara profesional dan berkelanjutan. Fokus utamanya tidak hanya pada peningkatan kualitas destinasi, tetapi juga pada dampak ekonomi jangka panjang yang lebih luas.
Saat ini, InJourney Hospitality mengelola jaringan yang mencakup 13 unit hotel dengan total 44 properti di 15 provinsi di Indonesia. Selain itu, perusahaan juga berperan sebagai pengembang dan pengelola KEK Kesehatan Sanur.
Direktur Utama Christine Hutabarat menyebut penghargaan ini sebagai pencapaian penting bagi perusahaan. Dua kategori yang diraih, yakni 20 Best Hotels in Indonesia dan Best New Hotel, dinilai sebagai bukti komitmen dalam menghadirkan layanan berkualitas tinggi yang mengedepankan pendekatan holistik terhadap wellness.
Hal senada disampaikan General Manager Ed Brea. Ia menilai penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus mengembangkan destinasi yang memadukan desain, kualitas produk, serta layanan dengan sentuhan khas Indonesia.
Menurutnya, pihak hotel akan terus berupaya menghadirkan pengalaman menginap premium yang tidak hanya nyaman, tetapi juga mencerminkan nilai budaya dan konsep wellness yang terintegrasi.
