Jakarta — Ketua Satuan Tugas Imunisasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia, Hartono Gunardi, menyampaikan bahwa berbagai penyakit yang umum terjadi pada anak sebenarnya dapat dicegah melalui imunisasi. Salah satu contohnya adalah campak.
Campak dikenal sebagai penyakit yang berisiko tinggi menimbulkan komplikasi serius. Di antaranya adalah infeksi paru-paru atau pneumonia. Diperkirakan satu dari 20 anak yang terinfeksi campak dapat mengalami pneumonia, yang menjadi salah satu penyebab utama kesakitan dan kematian pada anak usia balita.
Hartono menjelaskan bahwa campak termasuk penyakit yang sangat mudah menular. Satu orang yang terinfeksi dapat menularkan virus tersebut kepada sekitar 12 hingga 18 orang lainnya. Karena tingkat penularannya yang tinggi, beberapa negara bahkan kehilangan status bebas campak.
Untuk itu, pemerintah terus mendorong masyarakat agar melengkapi imunisasi dasar anak. Hal ini penting mengingat campak dapat menyebabkan komplikasi berat, seperti radang paru-paru hingga peradangan otak. Kondisi tersebut dapat memicu kejang, penurunan kesadaran, kelumpuhan, hingga gangguan fungsi kognitif.
Lebih lanjut, Hartono menjelaskan bahwa pemberian vaksin campak MR (Measles-Rubella) mampu memberikan perlindungan sekitar 85% setelah satu dosis. Jika diberikan dua dosis, tingkat perlindungan dapat meningkat hingga sekitar 97%.
Ia juga menambahkan bahwa individu yang telah dewasa tetapi belum yakin dengan status imunisasinya tetap dianjurkan untuk melakukan vaksinasi ulang. Hal ini terutama penting bagi kelompok berisiko, seperti mereka yang memiliki daya tahan tubuh lemah, sering bekerja berlebihan, atau sering berinteraksi dengan anak-anak.
Selain itu, vaksinasi ulang sangat dianjurkan bagi mereka yang tinggal di wilayah dengan kejadian luar biasa (KLB) campak.
