Internasional

DK PBB Kecam Kematian Tiga Prajurit TNI dalam Misi UNIFIL di Lebanon

29

Kecaman global menguat setelah tiga prajurit TNI gugur dalam misi perdamaian PBB di Lebanon, memicu desakan perlindungan lebih bagi pasukan penjaga perdamaian.

New York – Dewan Keamanan PBB menyampaikan kecaman keras atas insiden yang menewaskan tiga prajurit TNI yang tengah menjalankan tugas sebagai bagian dari UNIFIL di Lebanon.

Melalui pernyataan resmi yang dirilis pada Kamis (2/4/2026), anggota Dewan Keamanan juga menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban, pemerintah Indonesia, serta Perserikatan Bangsa-Bangsa. Selain itu, mereka turut mendoakan agar personel yang mengalami luka dapat segera pulih sepenuhnya.

Dalam pernyataan tersebut, DK PBB mengecam keras kejadian yang merenggut nyawa tiga personel penjaga perdamaian asal Indonesia. Mereka menegaskan simpati yang tulus bagi keluarga korban dan negara yang terdampak, sekaligus memberikan penghormatan kepada PBB sebagai institusi yang menaungi misi tersebut.

Lebih lanjut, DK PBB memberikan apresiasi atas dedikasi para pasukan penjaga perdamaian yang mempertaruhkan keselamatan demi menjaga stabilitas global. Penghargaan juga disampaikan kepada negara-negara yang berkontribusi dalam pengiriman pasukan ke UNIFIL.

Dewan menegaskan bahwa personel penjaga perdamaian tidak boleh menjadi target kekerasan dalam kondisi apa pun. Oleh karena itu, semua pihak diminta mengambil langkah konkret guna menjamin keamanan pasukan serta fasilitas UNIFIL, termasuk memastikan kebebasan bergerak sesuai ketentuan hukum internasional.

DK PBB juga mendesak agar insiden tersebut segera diusut secara menyeluruh oleh UNIFIL. Hasil perkembangan penyelidikan diharapkan terus disampaikan kepada negara-negara penyumbang pasukan, sejalan dengan ketentuan resolusi Dewan Keamanan yang berlaku.

Selain itu, Dewan kembali menyerukan pentingnya implementasi penuh Resolusi 1701 (2006) serta menegaskan komitmen terhadap kedaulatan, keutuhan wilayah, dan persatuan Lebanon.

Sebelumnya, Duta Besar RI untuk PBB, Umar Hadi, menilai bahwa meningkatnya ketegangan yang berujung pada insiden ini tidak terlepas dari rangkaian serangan militer Israel ke wilayah Lebanon.

Dalam forum DK PBB di Markas Besar PBB, New York, ia menyatakan bahwa Indonesia mengecam keras tindakan militer Israel di Lebanon selatan karena dianggap melanggar kedaulatan dan integritas wilayah negara tersebut.

Indonesia juga menegaskan bahwa serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.

Exit mobile version