Politik

Dua Kapal Pertamina Berhasil Keluar dari Wilayah Konflik Timur Tengah, Pasokan BBM Nasional Tetap Terjaga

9

Dua kapal Pertamina berhasil meninggalkan wilayah konflik Timur Tengah sementara dua lainnya menunggu situasi aman, namun distribusi energi dan pasokan BBM Indonesia tetap dipastikan stabil.

pertamina
pertamina

dakisemut.co.id, Jakarta – Ketersediaan energi bagi Indonesia dipastikan tetap stabil meskipun situasi konflik di kawasan Timur Tengah sedang meningkat. Hal ini terjadi setelah dua kapal milik Pertamina International Shipping (PIS) yang sebelumnya berada di area konflik berhasil keluar dan melanjutkan pelayaran dengan aman.

Pelaksana tugas Corporate Secretary PIS, Vega Pita, menyampaikan bahwa dua kapal yang telah meninggalkan wilayah tersebut adalah PIS Rinjani dan PIS Paragon.

Ia menjelaskan bahwa dari empat kapal PIS yang beroperasi di kawasan Timur Tengah, dua di antaranya sudah berhasil bergerak keluar dari area berisiko tersebut.

Sementara itu, dua kapal lainnya masih berada di wilayah Teluk Arab dan untuk sementara waktu menunda pelayaran melalui Selat Hormuz hingga kondisi dinilai lebih aman.

Kedua kapal tersebut yakni VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro. Saat ini keduanya masih berada di kawasan tersebut dalam keadaan aman.

Vega menjelaskan bahwa kapal Gamsunoro sedang menjalankan tugas pengangkutan kargo milik pelanggan pihak ketiga. Sedangkan VLCC Pertamina Pride membawa minyak mentah jenis light crude oil yang diperuntukkan bagi kebutuhan energi dalam negeri.

Meskipun masih ada kapal yang menunggu situasi lebih kondusif sebelum melanjutkan perjalanan, Pertamina menegaskan bahwa distribusi energi nasional tetap berjalan tanpa hambatan.

Menurut Vega, sistem logistik energi Pertamina Group saat ini diperkuat oleh sekitar 345 armada kapal yang beroperasi di berbagai wilayah, baik di perairan Indonesia maupun jalur internasional.

Ia menambahkan bahwa keberadaan ratusan armada tersebut membuat rantai pasok dan distribusi energi tetap kuat dan terjaga.

Untuk memastikan kelancaran distribusi, Pertamina juga menerapkan berbagai strategi pengiriman yang fleksibel. Perusahaan menggunakan tiga skema utama, yaitu metode Regular, Alternative, dan Emergency dalam menentukan rute distribusi energi yang paling aman dan efektif.

Selain itu, PIS terus melakukan pemantauan intensif terhadap seluruh armada yang beroperasi di berbagai wilayah dunia.

Pemantauan tersebut dilakukan secara real-time selama 24 jam untuk memastikan posisi kapal, kondisi kru, serta keamanan operasional tetap terjaga.

Perusahaan juga terus berkoordinasi dengan otoritas maritim dan pihak berwenang di wilayah terkait guna menjamin keselamatan pelayaran serta perlindungan awak kapal.

Di tengah dinamika geopolitik yang terus berkembang di Timur Tengah, Pertamina menegaskan bahwa keselamatan kru kapal tetap menjadi prioritas utama, di samping menjaga keberlanjutan pasokan energi bagi masyarakat Indonesia.

Perusahaan juga memastikan komunikasi dan koordinasi dengan otoritas setempat terus dilakukan agar keamanan kru kapal serta muatan yang dibawa tetap terjamin.

Exit mobile version