Jakarta – Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Indonesia pada Selasa, 31 Maret 2026, terpantau masih stabil tanpa perubahan. Penyesuaian harga terakhir dilakukan oleh seluruh operator pada awal Maret 2026.
Mengacu pada informasi resmi dari Pertamina, perusahaan tersebut sebelumnya telah melakukan evaluasi harga untuk BBM nonsubsidi. Dalam kebijakan itu, beberapa jenis bahan bakar mengalami kenaikan, sementara sebagian lainnya justru mengalami penurunan harga.
Selain Pertamina, sejumlah perusahaan penyedia BBM lain seperti Shell, BP, serta Vivo Energy juga menyesuaikan harga produk mereka sejak 1 Maret 2026.
Rincian Harga BBM Terbaru di SPBU
Berikut daftar harga BBM terkini dari berbagai operator yang berlaku per 31 Maret 2026:
- Pertamina
Solar subsidi (CN 48): Rp6.800 per liter (tetap)
Pertalite (RON 90): Rp10.000 per liter (tetap)
Pertamax (RON 92): Rp12.300 per liter (naik Rp500)
Pertamax Green (RON 95): Rp13.150 per liter (turun Rp350)
Pertamax Turbo (RON 98): Rp13.400 per liter (turun Rp400)
Dexlite (CN 51): Rp13.500 per liter (turun Rp1.200)
Pertamina Dex (CN 53): Rp13.600 per liter (naik Rp450) - Shell
Perusahaan Shell turut menaikkan harga BBM mereka pada awal Maret. Berikut rinciannya:
Shell Super: Rp12.390 per liter (sebelumnya Rp12.050)
Shell V-Power Diesel: Rp14.620 per liter (sebelumnya Rp13.600)
- BP-AKR
SPBU milik BP juga melakukan penyesuaian harga:
BP 92: Rp12.390 per liter (dari Rp12.050)
BP Ultimate: Rp12.920 per liter (dari Rp12.500)
BP Ultimate Diesel: Rp14.620 per liter (dari Rp13.600)
- Vivo
Sementara itu, Vivo Energy melaporkan bahwa stok BBM jenis Revvo 90 masih belum tersedia. Adapun harga BBM lainnya adalah:
Revvo 92: Rp12.390 per liter (naik dari Rp12.050)
Revvo 95: Rp12.930 per liter (naik dari Rp12.500)
Diesel Primus Plus: Rp14.610 per liter (naik dari Rp13.600)
Kesimpulan
Hingga akhir Maret 2026, harga BBM di seluruh SPBU masih mengacu pada kebijakan penyesuaian yang diberlakukan sejak awal bulan. Masyarakat diimbau untuk terus memantau perkembangan harga karena kemungkinan perubahan tetap terbuka mengikuti kondisi pasar energi global.
