Internasional

Hizbullah Klaim Serang Pangkalan Militer Israel, Rudal Hantam Area Dekat Tel Aviv

10
×

Hizbullah Klaim Serang Pangkalan Militer Israel, Rudal Hantam Area Dekat Tel Aviv

Sebarkan artikel ini

Serangan rudal dan drone yang dilancarkan Hizbullah ke sejumlah target militer Israel memicu kembali ketegangan di kawasan perbatasan Lebanon–Israel.

Kelompok perlawanan Lebanon, Hezbollah, mengumumkan telah melancarkan serangkaian operasi militer yang menargetkan sejumlah fasilitas dan posisi militer milik Israel. Serangan tersebut diklaim menyasar pangkalan udara hingga instalasi pertahanan di beberapa wilayah strategis. ⚠️

Dalam pernyataan resminya pada Minggu, 16 Maret 2026, Hezbollah menyebut pasukannya meluncurkan sebuah rudal yang diarahkan ke pangkalan udara Pilmakhim yang berada di selatan Tel Aviv. Serangan itu disebut sebagai bagian dari operasi balasan atas aksi militer Israel di wilayah Lebanon.

Menurut laporan yang dikutip dari PressTV, serangan yang terjadi pada Minggu pagi tersebut diklaim menyebabkan kerusakan pada sejumlah peralatan militer serta menimbulkan kerugian bagi pasukan Israel yang berada di area tersebut. 🚀

Selain serangan rudal, Hezbollah juga mengungkapkan bahwa mereka mengoperasikan drone tempur untuk menyerang kendaraan lapis baja Israel dan kelompok tentara yang berada di kawasan Khullah al-Uqsa, di sekitar wilayah perbatasan al-Oddesah. Serangan udara tanpa awak tersebut dikatakan menargetkan konsentrasi pasukan yang tengah melakukan operasi militer di kawasan itu.

Dalam operasi terpisah, Hezbollah juga menyatakan telah menembakkan rentetan rudal ke sistem pertahanan Israel di wilayah Maalot. Target lain yang disebut dalam pernyataan mereka adalah fasilitas industri militer milik perusahaan pertahanan Israel, Rafael Advanced Defense Systems, yang berada di utara kota Kiryat. 🎯

Tak hanya itu, sejumlah roket juga dilaporkan diarahkan ke posisi militer Israel di kota Nahariya yang terletak di bagian utara wilayah Israel. Serangan tersebut disebut sebagai bagian dari rangkaian operasi militer yang terus berlanjut dalam beberapa hari terakhir.

Hezbollah menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan serangan balasan terhadap operasi militer Israel yang menurut mereka terus berlangsung di wilayah selatan dan timur Lebanon. Kelompok itu menuduh Israel melakukan serangan hampir setiap hari di kawasan tersebut.

Menurut Hezbollah, serangan-serangan tersebut dianggap melanggar kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya dicapai pada November 2024. Sejak ketegangan kembali meningkat, laporan dari berbagai sumber menyebutkan ratusan warga Lebanon telah menjadi korban, dengan sebagian besar di antaranya merupakan warga sipil. 🕊️

Situasi di kawasan perbatasan Lebanon–Israel hingga kini masih memanas, dan berbagai pihak internasional terus menyerukan agar kedua pihak menahan diri untuk mencegah konflik meluas di kawasan Timur Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *