Ekonomi

Imbau Hemat BBM, Bahlil: Isi 50 Liter Sehari Sudah Cukup untuk Kendaraan

35

Imbauan hemat energi disampaikan pemerintah dengan membatasi pembelian BBM demi menjaga stabilitas pasokan nasional di tengah gejolak global.

Jakarta: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan bahan bakar minyak (BBM). Imbauan ini disampaikan menyusul kondisi global yang masih penuh ketidakpastian akibat meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Pemerintah saat ini telah menerapkan kebijakan pembatasan pembelian BBM hingga maksimal 50 liter per kendaraan setiap hari. Namun, aturan tersebut tidak berlaku bagi kendaraan umum. Pengawasan dilakukan melalui sistem barcode My Pertamina untuk memastikan distribusi tetap terkendali.

Dalam keterangannya, Bahlil menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga stabilitas energi nasional. Ia menyampaikan bahwa pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan publik.

Menurutnya, penggunaan BBM secara wajar dapat dimulai dengan tidak melakukan pembelian berlebihan. Ia menilai bahwa pengisian hingga 50 liter dalam sehari sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan kendaraan pribadi, bahkan bisa dikatakan tangki sudah penuh.

Pembatasan untuk Jaga Distribusi

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa kebijakan pembatasan ini bertujuan menjaga kelancaran distribusi BBM di seluruh wilayah. Sistem barcode My Pertamina digunakan sebagai alat kontrol agar pembelian tetap dalam batas wajar.

Airlangga menegaskan bahwa batas maksimal 50 liter per hari ditetapkan untuk kendaraan pribadi, sementara kendaraan umum tetap mendapatkan pengecualian guna mendukung operasional layanan publik.

Ia juga memastikan bahwa kondisi ekonomi Indonesia masih berada dalam keadaan stabil, dengan fondasi yang kuat meskipun di tengah tekanan global dan fluktuasi harga minyak dunia.

Selain itu, ia menambahkan bahwa ketersediaan stok BBM nasional tetap aman dan kondisi fiskal negara terjaga dengan baik.

Menurutnya, tantangan global saat ini justru dapat menjadi peluang bagi Indonesia untuk beradaptasi dan meningkatkan efisiensi, termasuk dalam pola konsumsi energi masyarakat.

Exit mobile version