Internasional

Iran Menggila! Gelombang Serangan ke-57 Hantam Israel dan Pangkalan AS

3

Iran meningkatkan intensitas serangan balasan dengan menyasar target strategis di Israel dan pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Iran kembali mengumumkan pelaksanaan gelombang ke-57 serangan balasan yang menyasar wilayah Israel serta fasilitas militer milik Amerika Serikat di Qatar.

Melalui pernyataan resmi, Korps Garda Revolusi Islam menyebut operasi ini sebagai bagian dari misi bertajuk “True Promise 4”, yang difokuskan pada sasaran strategis di kawasan konflik.

Mengacu pada laporan Press TV, Markas Pusat Khatam al-Anbiya menegaskan bahwa serangan tersebut merupakan lanjutan respons Iran atas aksi militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel.

Pihak IRGC menyatakan bahwa target di wilayah Israel mencakup sistem komunikasi komando, pusat kendali, serta pertahanan rudal. Serangan dilakukan menggunakan rudal presisi tinggi yang diklaim mampu mencapai target dengan akurat.

Beberapa jenis rudal yang disebut digunakan antara lain Kheibar Shekan, Emad, dan Qadr. Menurut IRGC, penggunaan senjata tersebut bertujuan untuk melemahkan infrastruktur militer lawan.

Di saat yang sama, Iran juga melaporkan serangan ke Pangkalan Udara Al Udeid yang berada di Qatar, yang dikenal sebagai salah satu pusat operasi militer utama Amerika Serikat di kawasan.

Serangan tersebut dilakukan dengan kombinasi rudal balistik jarak menengah seperti Zolfaghar, rudal Qiam, serta drone yang membawa bahan peledak.

IRGC menyebut pangkalan tersebut memiliki peran penting dalam mengoordinasikan operasi militer terhadap Iran dan sekutunya selama konflik berlangsung.


Operasi Lanjutan di Bahrain dan UEA

Dalam operasi terpisah beberapa jam sebelumnya, angkatan laut Korps Garda Revolusi Islam juga melancarkan serangan gabungan yang menargetkan fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Teluk.

Dua lokasi yang disebut terdampak adalah Pangkalan Udara Sheikh Isa di Bahrain serta Pangkalan Udara Al Dhafra di Uni Emirat Arab.

Serangan dilaporkan menggunakan rudal jelajah dengan daya ledak tinggi yang menyasar hanggar pesawat tempur. IRGC mengklaim sejumlah fasilitas berhasil mengalami kerusakan signifikan.

Pangkalan Al Dhafra disebut memiliki peran strategis sebagai titik awal berbagai operasi militer terhadap Iran dalam beberapa hari terakhir. Akibat serangan tersebut, kapasitas operasional pangkalan dikatakan mengalami penurunan.

IRGC juga menegaskan bahwa operasi militer akan terus dilanjutkan hingga seluruh pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan tidak lagi berfungsi.

Selain itu, mereka mengimbau masyarakat di wilayah sekitar untuk menjauhi lokasi-lokasi militer demi alasan keselamatan.


Bagian dari Eskalasi Konflik

Gelombang serangan ke-57 ini menjadi bagian dari rangkaian respons Iran sejak konflik meningkat pada akhir Februari lalu.

Pihak Iran menyatakan bahwa tindakan militernya merupakan bentuk pertahanan diri yang sah menurut hukum internasional, dengan fokus pada target militer milik Amerika Serikat dan Israel.

Sebelumnya, IRGC juga mengklaim telah meluncurkan ratusan rudal dan ribuan drone ke berbagai target di kawasan sejak konflik dimulai.

Exit mobile version