Berita

Kemhan Laporkan Tiga Prajurit TNI Gugur Saat Misi Perdamaian di Lebanon

35

Tiga prajurit TNI gugur dan sejumlah lainnya terluka akibat serangan artileri saat menjalankan misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon di Lebanon Selatan.

Jakarta – Kementerian Pertahanan Republik Indonesia menyampaikan bahwa jumlah prajurit TNI yang gugur dalam misi kemanusiaan di Lebanon kini bertambah menjadi tiga orang. Dua di antaranya dilaporkan meninggal dunia dalam insiden terbaru yang terjadi pada Senin, 30 Maret 2026.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemhan, Rico Ricardo Sirait, menjelaskan bahwa selain korban meninggal, terdapat pula dua prajurit lain yang mengalami luka berat. Mereka saat ini tengah menjalani perawatan intensif di fasilitas medis yang berada di Beirut.

“Dalam kejadian tersebut, dua prajurit dinyatakan gugur, sementara dua lainnya mengalami luka serius dan telah mendapatkan penanganan medis secara intensif di Beirut,” ujarnya, Selasa, 31 Maret 2026.

Hingga kini, pihak Kemhan belum mengungkapkan secara rinci kronologi kejadian yang menyebabkan jatuhnya korban. Pemerintah Indonesia melalui Kemhan dan TNI terus berkoordinasi dengan United Nations Interim Force in Lebanon guna memastikan kondisi serta keselamatan seluruh personel yang masih bertugas di wilayah tersebut.

“Koordinasi intensif terus dilakukan dengan markas besar UNIFIL untuk menjamin keselamatan prajurit serta memberikan penanganan terbaik bagi korban,” tambah Rico.

Sebelumnya, Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, Aulia Dwi Nasrullah, mengungkapkan bahwa jenazah salah satu prajurit yang gugur, yakni Farizal Rhomadhon, sedang dalam proses administrasi untuk dipulangkan ke Tanah Air.

Menurut Aulia, almarhum saat ini disemayamkan di markas sektor timur UNIFIL sambil menunggu penyelesaian prosedur repatriasi. Proses pemulangan tersebut turut dibantu oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di Beirut.

Farizal diketahui merupakan bagian dari kontingen Indonesia dalam misi perdamaian UNIFIL, tepatnya di Kompi C UNP 7-1 Satgas Yonmek XXIII-S. Ia gugur akibat serangan artileri yang menghantam posisi pasukan Indonesia di wilayah Adshit al-Qusyar, Lebanon Selatan, pada Minggu, 29 Maret 2026.

Serangan tersebut terjadi seiring meningkatnya eskalasi konflik di kawasan tersebut. Selain Farizal, beberapa prajurit lainnya juga terdampak, yakni Rico Pramudia yang mengalami luka berat, serta Bayu Prakoso dan Arif Kurniawan yang mengalami luka ringan dan telah mendapatkan perawatan medis.

Exit mobile version