Internasional

Krisis Pangan di Gaza Kian Parah, Kebutuhan Tepung Tak Terpenuhi

11
×

Krisis Pangan di Gaza Kian Parah, Kebutuhan Tepung Tak Terpenuhi

Sebarkan artikel ini

Keterbatasan bantuan dan distribusi memperparah kondisi kemanusiaan jutaan warga yang masih mengungsi di Gaza.

Kondisi ketahanan pangan di Jalur Gaza dilaporkan semakin memburuk. Wilayah tersebut diperkirakan membutuhkan sekitar 450 ton tepung setiap hari, namun pasokan yang tersedia saat ini hanya berkisar 200 ton.

Dalam pernyataan resmi pada Minggu (13 April 2026), otoritas media pemerintah Gaza menyampaikan bahwa situasi ini dipicu oleh pembatasan distribusi barang yang masih berlangsung oleh pihak Israel. Mereka menilai kebijakan tersebut sebagai bentuk kelaparan yang disengaja, mengingat terbatasnya akses masuk bantuan kemanusiaan.

Walaupun kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas memungkinkan hingga 600 truk bantuan masuk setiap hari, pihak Gaza menyebut realisasi di lapangan jauh lebih rendah. Jumlah bantuan yang diizinkan disebut hanya mencapai sekitar 38 persen dibandingkan kondisi sebelum konflik.

Situasi semakin sulit setelah sejumlah organisasi kemanusiaan mengurangi bahkan menghentikan operasinya. World Central Kitchen dilaporkan menghentikan distribusi tepung harian yang sebelumnya mencapai 20–30 ton. Sementara itu, Program Pangan Dunia (WFP) juga menurunkan jumlah bantuan dari 300 ton menjadi sekitar 200 ton per hari.

Beberapa lembaga lainnya turut menghentikan program bantuan roti dan tepung di wilayah tersebut, sehingga memperparah kondisi masyarakat.

Di tengah krisis ini, sekitar 1,9 juta dari total 2,4 juta penduduk Gaza masih mengungsi. Banyak di antaranya tinggal di tenda darurat karena tempat tinggal mereka hancur akibat konflik yang berkepanjangan.

Meskipun gencatan senjata antara Israel dan Hamas telah berlaku sejak 10 Oktober 2025, kondisi di Gaza belum menunjukkan perbaikan yang berarti. Hambatan utama masih berupa pembatasan masuknya bantuan, termasuk makanan, obat-obatan, dan bahan bangunan.

Sejak konflik berlangsung, dilaporkan lebih dari 72.000 warga Palestina meninggal dunia dan sekitar 172.000 lainnya mengalami luka-luka. Selain itu, sekitar 90 persen infrastruktur sipil di Gaza mengalami kerusakan berat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *