Jakarta — Penguatan sistem kontra intelijen nasional dinilai menjadi langkah krusial untuk menghadapi potensi ancaman dari luar negeri. Hal ini disampaikan oleh Stanislaus Riyanta, akademisi dari Program Studi Kajian Ketahanan Nasional di Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia.
Menurutnya, keberadaan lembaga kontra intelijen yang kuat sangat diperlukan untuk mengantisipasi berbagai bentuk ancaman asing. Ia menekankan bahwa sistem yang terorganisir akan membantu negara dalam mendeteksi serta mencegah potensi gangguan keamanan sejak dini.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah seminar bertajuk tata kelola intelijen yang membahas tantangan geopolitik dan ancaman asimetris. Kegiatan itu diselenggarakan di lingkungan Sekolah Pascasarjana UI, Jakarta.
Stanislaus menjelaskan bahwa ancaman dari pihak luar biasanya muncul ketika terdapat celah dalam sistem keamanan domestik, ditambah dengan posisi strategis suatu negara yang menarik perhatian pihak asing. Dalam konteks ini, Indonesia dinilai tidak dapat menghilangkan daya tarik strategisnya, sehingga fokus utama perlu diarahkan pada penguatan sistem keamanan nasional, termasuk fungsi kontra intelijen.
Saat ini, fungsi kontra intelijen di Indonesia masih tersebar di beberapa institusi, seperti Badan Intelijen Negara (BIN) dan Badan Intelijen Strategis. Namun, koordinasi di antara lembaga-lembaga tersebut dinilai belum sepenuhnya terintegrasi dalam satu sistem yang solid.
Ia menilai bahwa optimalisasi peran yang sudah ada dapat menjadi langkah awal yang penting. Dengan penguatan kapasitas dan koordinasi, fungsi kontra intelijen diharapkan mampu bekerja lebih efektif dalam mencegah berbagai ancaman.
Lebih lanjut, Stanislaus menyoroti meningkatnya dinamika global yang turut mendorong aktivitas intelijen asing di berbagai wilayah Indonesia, termasuk kawasan strategis seperti Bali. Kondisi ini menuntut peningkatan kemampuan deteksi serta sistem pencegahan dini sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan nasional.
Ia menegaskan bahwa penguatan sistem keamanan secara menyeluruh merupakan faktor utama dalam menghadapi ancaman non-konvensional. Oleh karena itu, pemerintah diharapkan dapat mempertimbangkan langkah strategis, baik melalui pembentukan lembaga khusus maupun penguatan struktur yang sudah ada.
Upaya tersebut dinilai penting guna menjaga kedaulatan negara serta melindungi kepentingan nasional di tengah situasi global yang semakin kompleks.
