Berita

Presiden Prabowo Dijadwalkan Kunjungi Rusia untuk Bertemu Putin

11

Kunjungan strategis Presiden Prabowo Subianto ke Rusia bertujuan memperkuat kerja sama energi dan membahas dinamika geopolitik global bersama Vladimir Putin.

Jakarta — Presiden Prabowo Subianto direncanakan melakukan kunjungan ke Moskow, Rusia, dalam waktu dekat. Dalam agenda tersebut, ia dijadwalkan bertemu dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Menteri Luar Negeri Sugiono akan turut mendampingi Presiden dalam kunjungan tersebut. Ia menilai perjalanan ini memiliki nilai strategis bagi kepentingan nasional Indonesia.

“Keberangkatan direncanakan minggu ini. Ini adalah langkah penting dan strategis bagi Indonesia. Presiden akan bertemu langsung dengan Presiden Putin,” ujar Sugiono, mengutip laporan Antara, Sabtu, 11 April 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan Sugiono saat menjawab pertanyaan awak media usai menghadiri pembukaan Musyawarah Nasional PB IPSI di Jakarta.

Namun, ia belum memberikan kepastian mengenai waktu keberangkatan, apakah akan dilakukan pada Sabtu malam atau Minggu, 12 April 2026.

Dalam kesempatan yang sama, Sugiono menjelaskan bahwa pertemuan antara kedua kepala negara akan membahas berbagai isu global terkini, termasuk situasi geopolitik dan sektor energi.

“Yang jelas, pembahasan akan mencakup kondisi energi global,” ungkapnya.

Kunjungan ini akan menjadi perjalanan ketiga Presiden Prabowo ke Rusia. Sebelumnya, ia telah mengunjungi Moskow pada 10 Desember 2025 serta Saint Petersburg pada 18–20 Juni 2025. Bahkan, saat masih berstatus presiden terpilih, Prabowo juga sempat bertemu Putin di Moskow pada Juli 2024.

Dalam kunjungan-kunjungan sebelumnya, kerja sama di bidang energi menjadi fokus utama kedua negara. Indonesia dan Rusia telah mencapai kesepakatan untuk mengembangkan energi baru dan terbarukan, termasuk kerja sama dalam teknologi nuklir.

Pemerintah Rusia melalui Presiden Putin juga menyatakan kesiapannya untuk bekerja sama dengan Indonesia dalam pengembangan energi nuklir untuk tujuan damai.

Beberapa waktu terakhir, situasi global yang memanas—terutama akibat konflik di kawasan Teluk dan gangguan distribusi minyak dunia akibat blokade Selat Hormuz—mendorong Presiden Prabowo melakukan kunjungan ke sejumlah negara seperti Jepang dan Korea Selatan guna mengantisipasi potensi krisis energi.

Menanggapi kritik terkait seringnya kunjungan luar negeri, Presiden menegaskan bahwa langkah tersebut dilakukan demi menjaga keamanan pasokan energi nasional.

“Ada yang bilang saya terlalu sering ke luar negeri. Tapi untuk mengamankan pasokan minyak, saya memang harus bergerak,” ujar Prabowo dalam Rapat Kerja Pemerintah di Istana, Jakarta, Rabu, 8 April 2026.

Ia menekankan bahwa di tengah dinamika geopolitik global, Indonesia perlu aktif menjalin komunikasi dan kerja sama internasional demi menjaga stabilitas ekonomi, khususnya di sektor energi.

Dalam rapat tersebut, Presiden juga memberi sinyal akan kembali melakukan perjalanan luar negeri dalam waktu dekat untuk misi serupa.

“Saya akan berangkat lagi ke suatu negara. Nanti kalian akan tahu ke mana. Tujuannya tetap sama, untuk mengamankan energi,” kata Prabowo di hadapan para menteri dan pejabat pemerintah.

Exit mobile version