Pemerintah Amerika Serikat dilaporkan telah menyampaikan proposal perdamaian berisi 15 poin kepada Iran sebagai upaya mengakhiri konflik di kawasan Timur Tengah. Informasi ini diungkap oleh dua pejabat yang mengetahui jalannya diplomasi tersebut. Rencana tersebut mencerminkan upaya pemerintahan Presiden Donald Trump dalam mencari solusi atas konflik yang turut mengguncang stabilitas ekonomi global.
Hingga kini belum ada kepastian apakah Iran akan menerima proposal itu sebagai dasar perundingan. Selain itu, belum jelas pula apakah Israel—yang bersama Amerika Serikat telah melakukan serangan terhadap Iran selama hampir satu bulan—mendukung inisiatif tersebut.
Pada Selasa, 24 Maret 2026, Presiden Trump menyatakan bahwa pembicaraan untuk mengakhiri perang sedang berlangsung. Ia juga menyebut Iran menunjukkan ketertarikan untuk mencapai kesepakatan, sebagaimana dikutip dari laporan media internasional.
Meski demikian, pihak Iran secara terbuka membantah adanya proses negosiasi. Dalam pernyataannya kepada wartawan di Gedung Putih, Trump menegaskan bahwa komunikasi tetap berjalan dan melibatkan sejumlah pejabat tinggi, termasuk Wakil Presiden JD Vance, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Jared Kushner, serta penasihat senior Steve Witkoff.
Trump menggambarkan posisi Iran yang dinilai semakin terdesak secara militer sehingga mendorong mereka untuk mempertimbangkan jalur diplomasi. Namun, pada hari yang sama, Iran menunjukkan bahwa mereka masih memiliki kemampuan ofensif dengan meluncurkan serangan ke sejumlah wilayah.
Serangan rudal dilaporkan menyasar Israel dan Irak, sementara beberapa negara di kawasan Teluk juga melaporkan insiden serangan terbaru. Hal ini terjadi meskipun sebelumnya Amerika Serikat dan Israel mengklaim bahwa kemampuan rudal balistik Iran telah melemah signifikan.
Di Israel, otoritas setempat melaporkan kerusakan besar pada beberapa bangunan hunian di Tel Aviv akibat serangan langsung. Layanan darurat mencatat sedikitnya enam orang mengalami luka-luka. Selain itu, satu korban jiwa dan dua orang luka dilaporkan di wilayah utara Israel akibat serangan roket dan drone yang berasal dari Lebanon.
Sementara itu, di wilayah Kurdistan Irak, serangan enam rudal balistik Iran mengakibatkan enam pejuang Kurdi tewas dan puluhan lainnya terluka, menurut pemerintah daerah setempat yang merupakan sekutu Amerika Serikat. Di Bahrain, serangan lain menewaskan seorang pekerja asal Maroko yang terkait dengan militer Uni Emirat Arab serta melukai beberapa personel militer.
Menanggapi kemungkinan gencatan senjata, Trump menyebut bahwa komunikasi dengan Iran menunjukkan adanya sikap yang lebih terbuka dari pihak tersebut.
Walaupun Iran menyangkal adanya perundingan secara terbuka, sejumlah sumber menyebutkan bahwa kedua negara sebenarnya telah saling bertukar pesan melalui pihak ketiga untuk meredakan ketegangan.
Perkembangan Terkini
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan bahwa militer negaranya berencana memperluas kontrol di wilayah Lebanon selatan hingga ke area Sungai Litani—yang selama ini menjadi batas penting dalam konflik dengan kelompok Hizbullah.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dijadwalkan mengunjungi Prancis untuk bertemu dengan perwakilan negara-negara G7 guna membahas konflik tersebut dan isu global lainnya.
Situasi semakin memanas dengan langkah Iran yang secara efektif membatasi akses di Selat Hormuz, jalur vital bagi distribusi sekitar 20 persen minyak dunia. Ditambah dengan serangan terhadap fasilitas energi di kawasan Teluk, harga minyak global melonjak hingga melampaui 100 dolar per barel.
Dampak krisis energi mulai dirasakan di berbagai negara. Filipina menetapkan status darurat energi nasional, sementara Korea Selatan mengimbau warganya untuk menghemat energi, termasuk dengan membatasi penggunaan listrik di malam hari.
Di tengah konflik ini, korban jiwa terus bertambah. Perwakilan Iran di Perserikatan Bangsa-Bangsa melaporkan lebih dari 1.300 warga sipil tewas sejak awal perang. Sementara lembaga pemantau independen memperkirakan jumlahnya lebih tinggi.
Di Lebanon, korban tewas dilaporkan mencapai lebih dari 1.000 orang. Serangan Iran ke Israel juga menyebabkan korban jiwa, sementara dari pihak Amerika Serikat dilaporkan terdapat 13 anggota militer yang tewas.











