Beijing- Pemerintah Rusia menyatakan kesiapannya untuk meningkatkan suplai energi ke Tiongkok menjelang rencana kunjungan Presiden Vladimir Putin dalam waktu dekat.
Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut diperkirakan akan berlangsung pada paruh pertama tahun ini. Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers di Beijing pada Kamis, 16 April 2026.
Lavrov menegaskan bahwa Rusia siap membantu memenuhi kebutuhan energi tidak hanya bagi Tiongkok, tetapi juga negara lain yang terdampak situasi krisis di kawasan Timur Tengah. Menurutnya, Rusia memiliki kemampuan untuk menutupi kekurangan pasokan energi yang dialami negara-negara mitra.
Ia juga menambahkan bahwa Rusia terbuka untuk menjalin kerja sama yang adil dan saling menguntungkan dengan negara-negara yang berminat, termasuk dalam sektor energi.
Di sisi lain, Presiden Tiongkok Xi Jinping turut bertemu dengan Lavrov pada hari yang sama. Dalam pertemuan tersebut, Xi menekankan pentingnya menjaga hubungan baik antara kedua negara.
Ia menyampaikan bahwa Tiongkok dan Rusia perlu terus memperkuat kepercayaan, meningkatkan dukungan satu sama lain, serta memperluas kerja sama tanpa mengabaikan kepentingan masing-masing.
Lavrov juga menyoroti bahwa kedua negara memiliki kemampuan untuk mengurangi ketergantungan terhadap kebijakan Amerika Serikat, yang menurutnya kerap memengaruhi stabilitas pasar energi global, terutama melalui konflik yang terjadi di Timur Tengah.
