Ekonomi

Sekjen PBB Dorong Perdamaian Jangka Panjang Pasca Gencatan Senjata AS-Iran

10

Upaya diplomasi global menguat setelah kesepakatan gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat dan Iran demi meredakan konflik dan melindungi warga sipil.

New York: Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Antonio Guterres, melalui juru bicaranya Stephane Dujarric, menyampaikan apresiasi atas kesepakatan penghentian sementara konflik selama dua minggu antara Amerika Serikat dan Iran.

Melansir Anadolu Agency pada Rabu, 8 April 2026, Guterres mengimbau seluruh pihak yang terlibat untuk menghormati hukum internasional serta menjalankan komitmen dalam kesepakatan tersebut.

Ia menegaskan bahwa langkah ini menjadi peluang penting untuk mengarah pada terciptanya perdamaian yang lebih stabil dan berkelanjutan di kawasan.

“Semua pihak perlu menjalankan kewajiban hukum internasional serta mematuhi kesepakatan gencatan senjata sebagai fondasi menuju perdamaian,” kata Dujarric dalam pernyataan resminya.

Kesepakatan ini muncul setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan penghentian serangan terhadap Iran selama dua pekan. Keputusan tersebut diharapkan mampu menurunkan eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Guterres juga menyoroti urgensi menghentikan kekerasan secepat mungkin guna melindungi masyarakat sipil serta mengurangi dampak kemanusiaan yang ditimbulkan. Ia turut mengapresiasi peran sejumlah negara dalam upaya mediasi, termasuk Pakistan.

Sementara itu, utusan khusus Sekjen PBB, Jean Arnault, saat ini berada di wilayah terkait untuk mendukung langkah-langkah diplomatik menuju perdamaian jangka panjang. Berbagai inisiatif diplomasi terus digencarkan demi menjaga stabilitas kawasan.

Exit mobile version