Berita

Strategi Mengatasi Lonjakan Harga Plastik Dinilai Mendesak

12
×

Strategi Mengatasi Lonjakan Harga Plastik Dinilai Mendesak

Sebarkan artikel ini

Pemerintah didesak segera merumuskan langkah strategis guna menekan dampak lonjakan harga plastik terhadap UMKM dan daya beli masyarakat.

Jakarta – Kenaikan harga plastik di dalam negeri dinilai perlu segera diantisipasi dengan langkah yang tepat. Lonjakan ini berdampak langsung pada pelaku usaha kecil serta sektor ekonomi kreatif yang sangat bergantung pada penggunaan kemasan plastik.

Anggota Komisi VII DPR, Yoyok Riyo Sudibyo, menegaskan pemerintah harus bergerak cepat dalam merespons situasi tersebut. Pernyataan ini disampaikan dalam keterangan tertulis pada Senin, 14 April 2026.

Ia menyebut, Komisi VII DPR akan terus mengawasi perkembangan harga bahan penunjang produksi di pasar domestik. Para pemangku kepentingan diharapkan mampu mengambil langkah strategis guna meredam dampak gejolak global, agar tidak semakin menekan daya beli masyarakat serta keberlangsungan UMKM yang menjadi pilar ekonomi nasional.

Menurut Yoyok, harga plastik yang kini berada di kisaran Rp28.000 hingga Rp49.000 per kilogram dipengaruhi oleh kondisi geopolitik di kawasan Timur Tengah. Ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan baku plastik (nafta) yang mencapai sekitar 60 persen membuat sektor ini rentan terhadap gangguan rantai pasok serta kenaikan biaya logistik internasional.

Ia menjelaskan bahwa kenaikan harga plastik berdampak langsung pada biaya dasar produksi, terutama bagi pelaku usaha kecil. Kondisi ini membuat biaya operasional meningkat dan mempersempit margin keuntungan.

Situasi tersebut menempatkan pelaku UMKM pada posisi sulit: menaikkan harga jual dengan risiko kehilangan konsumen, atau tetap mempertahankan harga dengan konsekuensi keuntungan yang semakin menurun.

Selain itu, Yoyok juga menyoroti kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok lainnya, seperti minyak goreng, serta dampak impor kedelai terhadap ukuran tempe yang semakin kecil. Bahkan, harga makanan ringan seperti gorengan ikut terdampak, sehingga memberatkan baik pedagang maupun pembeli.

Ia menekankan pentingnya kehadiran negara dalam menghadapi kondisi ini. Pemerintah diharapkan tidak hanya fokus pada stabilitas harga bahan bakar, tetapi juga mencari solusi konkret untuk menjaga ketahanan industri kecil dari tekanan kenaikan harga bahan baku.

“Beban ekonomi masyarakat yang berlapis perlu segera diatasi. Ini menjadi ujian bagi pemerintah,” ujarnya.

Sementara itu, pemerintah mengaku telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk merespons kenaikan harga bahan baku plastik serta komoditas lain yang terdampak dinamika global, khususnya konflik di Timur Tengah.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyampaikan bahwa pemerintah terus melakukan pemantauan intensif terhadap pergerakan harga komoditas dunia. Selain itu, langkah mitigasi juga disiapkan guna meminimalkan dampaknya terhadap industri dan masyarakat.

Menurutnya, pemerintah menyadari bahwa gejolak global, termasuk kenaikan harga energi, berpengaruh langsung pada sektor industri dalam negeri, terutama industri yang masih bergantung pada bahan baku impor seperti plastik.

Ia menegaskan bahwa pemantauan terhadap berbagai komoditas terdampak dilakukan secara rutin setiap hari sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *