Ekonomi

WFH Usai Lebaran Dinilai Efektif Tekan Konsumsi BBM Saat Harga Minyak Naik

4

Kebijakan kerja dari rumah dinilai mampu menekan konsumsi BBM tanpa mengganggu stabilitas ekonomi nasional

Wakil Ketua MPR, Eddy Soeparno, menyatakan dukungannya terhadap rencana penerapan kerja dari rumah (work from home/WFH) setelah Lebaran. Kebijakan ini dinilai dapat membantu menekan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) di tengah lonjakan harga minyak global.

Menurut Eddy, berkurangnya aktivitas perjalanan harian masyarakat—terutama para pekerja—akan berdampak langsung pada penurunan konsumsi BBM secara nasional. Ia menyebut langkah ini sebagai solusi praktis dalam menghadapi tekanan energi saat ini.

Ia juga menambahkan, jika kebijakan serupa turut diterapkan pada sektor pendidikan, maka mobilitas masyarakat bisa semakin ditekan. Dengan begitu, potensi penghematan energi akan menjadi lebih besar.

Namun demikian, Eddy mengingatkan agar kebijakan ini tidak sampai menghambat laju perekonomian. Ia menekankan pentingnya menjaga sektor industri dan manufaktur tetap berjalan normal agar aktivitas ekonomi tidak terganggu.


Antisipasi Dampak Krisis Global Lewat Kebijakan WFH

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah mengusulkan langkah penghematan energi, termasuk mempertimbangkan penerapan WFH, dalam sidang kabinet di Istana Negara pada pertengahan Maret 2026. Kebijakan ini diarahkan sebagai respons terhadap potensi dampak krisis global.

Selanjutnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memastikan bahwa kebijakan WFH akan mulai diterapkan setelah Lebaran. Program ini ditujukan untuk menekan konsumsi energi di tengah kondisi harga minyak dunia yang terus meningkat.

Airlangga menjelaskan bahwa kebijakan tersebut akan diberlakukan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan juga dianjurkan untuk sektor swasta. Namun, pelaksanaannya hanya satu hari dalam seminggu guna menjaga keseimbangan antara efisiensi dan produktivitas kerja.

Pemerintah juga akan bekerja sama dengan berbagai kementerian terkait untuk memastikan kebijakan ini dapat berjalan dengan optimal di lapangan.

Di sisi lain, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyebut bahwa penerapan WFH satu hari dalam sepekan dapat memberikan kontribusi nyata dalam penghematan BBM.

Ia menjelaskan bahwa pemilihan satu hari kerja dari rumah bertujuan menjaga stabilitas produktivitas, sekaligus memberikan fleksibilitas bagi pekerja. Bahkan, jika WFH diterapkan pada hari Jumat, masyarakat berpotensi menikmati akhir pekan yang lebih panjang.

Menurutnya, kondisi ini tidak hanya berdampak pada efisiensi energi, tetapi juga dapat mendorong aktivitas rumah tangga serta memberi efek positif bagi sektor pariwisata domestik.

Exit mobile version