Internasional

Iran Beri Sinyal Positif atas Upaya Pembebasan Kapal Tanker Pertamina di Selat Hormuz

44
×

Iran Beri Sinyal Positif atas Upaya Pembebasan Kapal Tanker Pertamina di Selat Hormuz

Sebarkan artikel ini

Upaya diplomasi Indonesia membuahkan hasil awal setelah Iran memberikan sinyal positif untuk menjamin keselamatan pelayaran dua tanker Pertamina di tengah ketegangan kawasan.

Jakarta: Dua kapal tanker milik Pertamina masih tertahan di Selat Hormuz akibat meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia menyatakan bahwa pemerintah Iran telah memberikan respons yang konstruktif terhadap permintaan Indonesia agar kedua kapal tersebut dapat melanjutkan pelayaran dengan aman.

Juru Bicara Kemlu RI, Vahd Nabyl A. Mulachela, menjelaskan bahwa sejak awal pihaknya bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran terus menjalin komunikasi dan koordinasi intensif dengan otoritas terkait di Iran guna memastikan keselamatan kapal dan awaknya.

“Sejauh ini, kami telah menerima tanggapan yang positif dari pemerintah Iran,” ujar Nabyl, Sabtu, 28 Maret 2026.

Menindaklanjuti respons tersebut, berbagai langkah teknis dan operasional kini tengah disiapkan oleh pihak terkait. Namun, hingga saat ini belum ada kepastian mengenai waktu keberangkatan kedua kapal dari Selat Hormuz.

Kemlu bersama PT Pertamina International Shipping (PIS) juga sedang merumuskan aspek teknis terkait proses pelepasan kapal. Pjs Corporate Secretary PIS, Vega Pita, menyebutkan bahwa pihaknya terus berkoordinasi agar kapal Pertamina Pride dan Gamsunoro dapat melintasi wilayah tersebut secara aman.

Pertamina Pride diketahui berperan dalam mendukung kebutuhan energi domestik, sementara Gamsunoro digunakan untuk distribusi energi bagi pihak ketiga. Saat ini, kedua kapal tersebut masih berada di kawasan Teluk Arab atau Teluk Persia.

Vega menegaskan bahwa keselamatan awak kapal, serta keamanan kapal dan muatan, menjadi prioritas utama Pertamina dalam menghadapi situasi ini.

“Kami berharap dukungan dan doa dari masyarakat Indonesia agar proses ini berjalan lancar,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kemlu RI atas dukungan penuh dalam menangani persoalan ini melalui jalur diplomasi.

Sejak meningkatnya konflik yang berdampak pada penutupan Selat Hormuz, PIS terus menjalin komunikasi erat dengan Kemlu. Di sisi lain, Kemlu juga aktif melakukan pendekatan diplomatik dengan otoritas terkait.

“Hingga kini, upaya diplomasi tersebut masih terus berlangsung,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *