Ekonomi

Peluncuran Buku Saku “0%”, Bakom RI Dorong Transparansi untuk Tekan Kemiskinan Ekstrem

10

Pemerintah perkuat transparansi dan integrasi data untuk memastikan bantuan sosial tepat sasaran demi percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem.

Jakarta – Pemerintah memperkenalkan Buku Saku bertajuk “0%, Penerima Manfaat dan Penerima Kesejahteraan” sebagai langkah untuk memastikan penyaluran bantuan sosial lebih tepat sasaran. Publikasi ini juga menjadi panduan singkat mengenai arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam melakukan transformasi kebijakan guna menghapus kemiskinan ekstrem di Indonesia.

Kepala Kantor Staf Presiden, Muhammad Qodari, menjelaskan bahwa buku tersebut tidak sekadar memuat daftar program bantuan. Lebih dari itu, buku ini berfungsi sebagai alat transparansi sekaligus panduan praktis bagi masyarakat untuk memahami hak mereka serta cara memperoleh berbagai bentuk dukungan dari pemerintah.

Dalam konferensi pers di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, ia menyampaikan bahwa penerbitan buku ini merupakan bagian dari upaya memperkuat keterbukaan dan akuntabilitas pemerintah. Selain itu, informasi di dalamnya dirancang agar mudah dipahami oleh masyarakat luas.

Menurut Qodari, seluruh program bantuan dirangkum secara terintegrasi dalam satu sistem. Dengan begitu, masyarakat dapat mengetahui secara jelas jenis bantuan yang diterima sekaligus prosedur untuk mengaksesnya. Pemerintah juga mengandalkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

Ia menegaskan bahwa kualitas data menjadi fondasi utama penyaluran bantuan sosial. Melalui DTSEN, pemerintah berupaya menghindari tumpang tindih bantuan serta meminimalkan kesalahan, baik dalam bentuk inclusion error maupun exclusion error.

Integrasi data tersebut juga mendukung pembaruan informasi secara berkala melalui sistem digital yang terhubung dari tingkat desa hingga pusat. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi sekaligus transparansi dalam pelaksanaan program kesejahteraan.

Pendekatan Berkelanjutan

Lebih lanjut, Qodari menyebut bahwa pendekatan pemerintah kini tidak lagi bersifat parsial, melainkan menyeluruh dan berkelanjutan. Negara hadir untuk mendukung masyarakat di setiap tahap kehidupan, mulai dari masa kehamilan, pendidikan, usia produktif, hingga lanjut usia.

Ia menekankan bahwa kesejahteraan bukan sekadar bantuan sesaat, melainkan dukungan jangka panjang. Pemerintah berkomitmen memastikan masyarakat dapat tumbuh sehat, memperoleh pendidikan, mandiri secara ekonomi, dan hidup layak hingga masa tua.

Buku saku tersebut juga menampilkan gambaran kondisi kesejahteraan masyarakat Indonesia yang menunjukkan perkembangan positif. Mayoritas penduduk kini bergerak menuju kelompok kelas menengah, meskipun masih terdapat jutaan masyarakat yang berada dalam kategori miskin dan rentan miskin.

Karena itu, kebijakan pemerintah tidak hanya berfokus pada penurunan angka kemiskinan, tetapi juga menjaga kelompok rentan agar tidak kembali terpuruk. Di sisi lain, pemerintah juga mendorong kelompok yang sedang menuju kelas menengah agar dapat naik kelas serta memperkuat struktur kelas menengah secara keseluruhan.

Memutus Rantai Kemiskinan

Sebagai panduan praktis, buku ini memuat berbagai program lintas sektor, seperti bantuan sosial, pendidikan, layanan kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi. Seluruh program tersebut dirancang secara terintegrasi untuk memutus rantai kemiskinan.

Qodari menambahkan bahwa buku ini menjawab dua pertanyaan utama: jenis dukungan apa yang diberikan negara kepada masyarakat, serta bagaimana cara mengaksesnya. Dengan adanya panduan ini, diharapkan tidak ada lagi warga yang berhak menerima bantuan namun tidak mendapatkannya.

Pemerintah menegaskan bahwa peluncuran Buku Saku “0%” merupakan bagian dari komitmen untuk memastikan setiap kebijakan benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan. Melalui pemanfaatan data yang terintegrasi dan pendekatan yang sistematis, pemerintah optimistis target penghapusan kemiskinan ekstrem dapat dicapai secara bertahap dan berkelanjutan.

Exit mobile version