Ekonomi

Pemerintah Tegaskan Stabilitas Harga BBM Bersubsidi hingga Akhir 2026

24
×

Pemerintah Tegaskan Stabilitas Harga BBM Bersubsidi hingga Akhir 2026

Sebarkan artikel ini

Pemerintah memastikan harga BBM bersubsidi tetap stabil hingga akhir 2026 melalui strategi fiskal berlapis dan skenario mitigasi yang terukur.

Jakarta — Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga stabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi hingga akhir tahun 2026. Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Keuangan menyampaikan bahwa pemerintah telah melakukan berbagai langkah perhitungan dan mitigasi guna memastikan harga BBM bersubsidi tetap terkendali. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi terkait potensi kenaikan harga.

Pemerintah, melalui Kementerian Keuangan, telah menyusun sejumlah skenario dalam kerangka Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) guna mengantisipasi dinamika harga minyak global. Salah satu skenario yang diperhitungkan adalah asumsi kenaikan harga minyak dunia hingga mencapai USD100 per barel sepanjang tahun 2026.

Berdasarkan hasil simulasi tersebut, defisit anggaran negara diproyeksikan tetap berada pada tingkat yang terkendali, yaitu sekitar 2,92 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Lebih lanjut, pemerintah juga menyiapkan langkah-langkah tambahan sebagai bentuk mitigasi risiko apabila terjadi tekanan yang lebih besar terhadap harga minyak dunia. Salah satu instrumen yang dapat dimanfaatkan adalah Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang saat ini tercatat sebesar Rp420 triliun.

Dengan berbagai langkah strategis tersebut, pemerintah menegaskan bahwa ketahanan fiskal nasional tetap terjaga, serta stabilitas harga energi bagi masyarakat dapat dipertahankan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *