Berita

Program MBG Hadir di Perbatasan RI–Timor Leste, Dorong Gizi dan Ekonomi Warga

10
×

Program MBG Hadir di Perbatasan RI–Timor Leste, Dorong Gizi dan Ekonomi Warga

Sebarkan artikel ini

Penguatan infrastruktur gizi di perbatasan RI–Timor Leste memperluas jangkauan Program MBG sekaligus mendorong kesejahteraan dan aktivitas ekonomi masyarakat lokal.

Jakarta – Pemerintah terus memperluas implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya untuk masyarakat di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Salah satu langkah nyata dilakukan dengan menghadirkan infrastruktur pendukung di kawasan perbatasan negara.

Melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU), dua unit Sentra Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah selesai dibangun di wilayah perbatasan Indonesia dengan Timor Leste. Fasilitas tersebut berada di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Wini dan PLBN Motamasin, yang terletak di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pembangunan dapur MBG di wilayah perbatasan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan akses masyarakat terhadap makanan bergizi, tetapi juga memperkuat fungsi PLBN sebagai pusat pelayanan publik sekaligus pendorong kesejahteraan masyarakat setempat.

Fokus pembangunan diarahkan pada daerah yang memiliki keterbatasan akses, terutama wilayah perbatasan yang selama ini membutuhkan perhatian lebih dalam hal pemenuhan gizi.

Dengan beroperasinya SPPG di PLBN Wini dan Motamasin, fasilitas ini diharapkan dapat menunjang pelaksanaan Program MBG, terutama bagi anak-anak di daerah perbatasan. Selain memperbaiki kualitas gizi, keberadaan dapur tersebut juga berpotensi menghidupkan perekonomian lokal.

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menyampaikan bahwa program ini memberikan dampak luas, baik di sektor kesehatan maupun ekonomi.

Ia menjelaskan bahwa MBG merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas. Selain itu, program ini juga membuka peluang bagi petani, nelayan, serta pelaku UMKM untuk terlibat dalam rantai pasok.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa pembangunan fasilitas tersebut mencerminkan kehadiran negara dalam menjamin pemenuhan gizi, menjaga kestabilan harga pangan, serta memastikan ketersediaan bahan makanan di wilayah perbatasan.

Fasilitas Lengkap dan Ramah Lingkungan

Secara teknis, kedua SPPG telah dilengkapi dengan berbagai sarana penunjang yang memenuhi standar kebersihan dan keberlanjutan. Fasilitas tersebut mencakup dapur utama, area pencucian bahan dan peralatan, gudang penyimpanan kering dan basah, hingga ruang penyimpanan perlengkapan.

Selain itu, tersedia pula area parkir, sistem penyediaan air bersih, serta Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Infrastruktur tambahan seperti ruang panel listrik, tempat pembuangan sampah, dan penataan lingkungan sekitar juga dibangun guna menunjang operasional yang optimal.

SPPG di PLBN Wini dibangun di atas lahan seluas 1.408,63 meter persegi yang berada di Kabupaten Timor Tengah Utara. Sementara itu, fasilitas di PLBN Motamasin berdiri di atas lahan seluas 1.469,12 meter persegi di Kabupaten Malaka.

Dengan hadirnya fasilitas ini, pemerintah berharap Program MBG dapat menjangkau lebih banyak masyarakat sekaligus menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan perbatasan yang selama ini masih memerlukan perhatian khusus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *