Ekonomi

Rupiah Menguat Tipis di Tengah Tekanan Global

9
×

Rupiah Menguat Tipis di Tengah Tekanan Global

Sebarkan artikel ini

Penguatan rupiah terbatas terjadi di tengah tekanan global, dengan pelaku pasar menunggu arah kebijakan Bank Indonesia dan dinamika suku bunga global.

Jakarta– Nilai tukar rupiah ditutup menguat pada perdagangan Senin, naik 21 poin atau sekitar 0,12 persen ke posisi Rp17.168 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.189 per dolar AS.

Di sisi lain, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang dirilis Bank Indonesia juga menunjukkan penguatan ke level Rp17.176 per dolar AS, dari sebelumnya Rp17.189 per dolar AS.

Analis Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX), Muhammad Amru Syifa, menyampaikan bahwa penguatan rupiah lebih dipengaruhi oleh faktor stabilisasi dalam jangka pendek.

Ia menjelaskan bahwa kenaikan rupiah ke level Rp17.168 terjadi di tengah campuran sentimen domestik dan global yang masih memberikan tekanan, namun dapat diredam oleh faktor penopang sementara.

Pasar Menanti Hasil RDG BI

Dari dalam negeri, pelaku pasar tengah menunggu hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang diperkirakan tetap mengedepankan stabilitas. Kebijakan yang diambil kemungkinan masih mempertahankan suku bunga acuan, disertai optimalisasi intervensi di pasar valuta asing.

Menurutnya, komitmen Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar, yang didukung oleh cadangan devisa yang solid, turut memperkuat kepercayaan investor. Selain itu, aksi ambil untung terhadap dolar AS oleh pelaku pasar domestik juga menjadi faktor teknikal yang membantu penguatan rupiah.

Dari sisi global, tekanan terhadap rupiah masih berasal dari menguatnya dolar AS yang dipicu oleh tingginya permintaan aset safe haven di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik.

Lebih lanjut, ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi, ditambah kenaikan harga minyak dunia, turut menjadi beban bagi rupiah karena meningkatkan potensi inflasi impor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *