Internasional

Serangan Berlanjut, Iran Sebut Perdamaian Hanya Terjadi Jika Musuh Menyerah

4

Penolakan Iran terhadap de-eskalasi memperpanjang konflik dan memicu kekhawatiran krisis global di sektor energi dan kemanusiaan

Situasi konflik di kawasan Timur Tengah semakin memanas setelah Iran mengonfirmasi tewasnya pejabat keamanan seniornya, Ali Larijani, dalam serangan yang dikaitkan dengan Israel. Di tengah meningkatnya eskalasi, Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menegaskan bahwa saat ini belum waktunya untuk perdamaian dengan Amerika Serikat dan Israel.

Kematian Larijani diumumkan secara resmi oleh Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran. Ia merupakan salah satu tokoh paling berpengaruh di Iran serta dikenal memiliki hubungan luas, baik di dalam negeri maupun dengan kalangan diplomatik internasional. Dalam serangan tersebut, putranya dan seorang pejabat lainnya juga dilaporkan turut menjadi korban.

Peristiwa ini terjadi di tengah konflik yang telah berlangsung selama lebih dari tiga minggu antara Iran dengan koalisi AS-Israel. Ketegangan terus meningkat dan belum menunjukkan tanda-tanda mereda, bahkan cenderung meluas ke wilayah regional.

Presiden AS, Donald Trump, sebelumnya mengkritik sekutu-sekutunya karena dinilai kurang memberikan dukungan terhadap upaya militer untuk mengamankan jalur distribusi minyak di Selat Hormuz. Jalur ini merupakan salah satu rute vital perdagangan energi dunia yang kini terganggu akibat konflik.

Di sisi lain, pemerintah Iran disebut menolak berbagai upaya de-eskalasi yang diajukan melalui jalur diplomatik. Menurut sumber internal, Mojtaba Khamenei menyatakan bahwa perdamaian tidak akan terjadi sebelum AS dan Israel mengakui kekalahan serta memberikan kompensasi.

Penutupan sebagian Selat Hormuz akibat ancaman serangan terhadap kapal tanker berdampak langsung pada pasar global. Harga minyak dilaporkan melonjak signifikan, memicu kekhawatiran terhadap inflasi serta potensi krisis energi dan pangan di berbagai negara.

Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, menekankan pentingnya solusi diplomatik agar jalur perdagangan tetap terbuka. Ia mengingatkan bahwa konflik berkepanjangan dapat memicu krisis global yang lebih luas.

Di lapangan, serangan terus berlangsung. Benjamin Netanyahu menyatakan pihaknya telah menargetkan sejumlah tokoh penting Iran. Sementara itu, Iran tetap mampu melancarkan serangan balasan jarak jauh ke wilayah Israel, termasuk ke Tel Aviv dan sekitarnya.

Militer Israel mengklaim telah menyerang berbagai infrastruktur yang berkaitan dengan Iran, termasuk di Teheran dan target yang terafiliasi dengan kelompok Hizbullah di Beirut.

Korban jiwa terus bertambah di berbagai wilayah. Laporan menyebutkan ribuan orang telah meninggal dunia sejak konflik dimulai, baik di Iran maupun negara-negara sekitar. Kondisi ini memperlihatkan bahwa konflik tidak hanya berdampak pada aspek militer, tetapi juga membawa konsekuensi kemanusiaan yang serius.

Dengan situasi yang semakin kompleks dan melibatkan banyak pihak, peluang tercapainya perdamaian dalam waktu dekat tampaknya masih jauh dari harapan.

Exit mobile version